Langsung ke konten utama

Cara Membuat dan Menyimpul Gelang Prusik

Berikut ini adalah macam - macam cara membuat simpul gelang prusik survival untuk pendaki gunung dan penyuka kegiatan alam.

Tali gunung, gelang eiger maupun tali prusik sebenarnya hampir mirip jenis dan cara pembuatannya. Biasanya gelang yang terbuat dari tali gunung ini sangat diminati oleh para pendaki gunung, pencinta alam, dan pecinta survival dll.

Banyak cara untuk membuat gelang dari tali prusik eiger dan mengkreasikannya dengan gelang dari tali lainnya. Untuk simpul tali gelang tangan dari eiger maupun lainnya tidak sulit untuk kita buat. Cara bikin gelang dari tali eiger atau tali gunung ini sangatlah mudah dan sederhana, jadi kita tidak perlu membelinya karena harganya hampir dua kali lipatnya jika membeli yang sudah jadi.

harga tali prusik
Untuk membuat gelang ini, kita bisa membeli gelang prusik di toko outdoor dan pendakian gunung yang ada di kotamu. Harganya sekitar 5000 rupiah per meter. Jika di outdoor show atau kegiatan festival, harganya rata - rata 100 ribu dengan panjang 32 meter.

Lalu bagaimana cara menyimpul tali prusik tersebut?

Belilah 1 meter tali prusik. 1 meter tali ini bisa untuk membuat 1 atau 2 gelang. Setelah membelinya, kita dapat menyimpulnya dengan beberapa cara seperti dibawah ini.






Itulah cara membuat dan menyimpul tali gelang prusik dari eiger dan lainnya. Semoga bermanfaat.

Penulis :
Instagram @andiakhm

Editor :
Tim viapendaki, official ig @mountnesia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja