Langsung ke konten utama

Gunung Ciremai, Jalur Pendakian, Wisata dan Penduduknya


Gunug Ciremai mempunyai nama lain, yakni dengan sebutan Ceremai, Creme, dan Careme.

Gunung ini mempunyai tiga kawah, yaitu Kawah Barat, Kawah Timur, dan Kawah Gua Walet

LOKASI gunung ciremai adalah terletak pada Koordinat/ Geografi  6° 43' LS dan 106° 44' BT. Secara administratif Gunung Ciremai termasuk dalam Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Gunung yang mempunyai ketinggian Puncak 3078 m dml (di atas muka laut) ini adalah gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini termasuk gunung api Kuarter aktif, tipe A yang berbentuk strato. Adapun untuk Pos Pengamatannya adalah berada di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan


JALUR PENDAKIAN CIREMAI
Untuk menuju kawah puncak Gunung Ciremai bisa di capai melalui 2 jalur pendakian, yakni dari :

  1. Dari Barat, via jalur Apui atau Cipanas (lk.1100mdpl.). 
  2. Dari Timur, via jalur Kp. Linggajati (lk.580 mdpl.
  3. Jalur pendakian via Palutungan


Penduduk Gunung Ciremai
Pada umumnya Pemukiman penduduk di daerah Gunung Ciremai terkonsentrasi di sekitar kaki gunung, terutamanya adalah di daerah kaki bagian timur, bagian utara dan bagian barat. Penduduk di daerah kaki gunung ini umumnya mempunyai mata pencaharian sebagai petani.

Jenis bahan galian yang terdapat di daerah Gunung Ciremai di antaranya adalah Sirtu, cadangan batu belah dan cadangan batu hias. Sirtu (pasir batu) adalah yang bersumber dari endapan awanpanas dan lahar, terdapat di sekitar daerah Mandirancan dan Linggajati. Di daerah Mandirancan yaitu berada di desa Cidahu, Ciwiru, Ciguntur dan Singkup. Di daerah Linggajati yaitu berada di desa Setianegara.

Batubelah (Andesit Ouarry) merupakan cadangan bahan galian bersumber dari tubuh aliran lava dan beberapa tubuh intrusi berkomposisi andesitan yang banyak dijumpai di lereng utara dan baratlaut Gunung Ciremai, seperti daerah Maja, Talaga, Kuningan,  Pamelengan, Palutungan, Lengkong dan Gunubg Deukeut. Cadangan Batu Hias; cadangan batu hias bisa dijumpai di sekitar komplek Gunung Kromong,kaki utara G. Ciremai, yaitu Desa Loji.

Wisata Sekitar Gunung Ciremai

  • Wisata gunungapi yang terdapat di : 
  • Daerah Cigugur-Kuningan yaitu berupa kolam renang dan kolam ikan yang dianggap keramat beserta kesejukan alamnya. 
  • Daerah Palutungan-Kuningan mempunyai keindahan pemandangan alamnya, perkemahan dan  sebagai tempat pendakian awal ke arah puncak.
  • Wisata daerah Apuy atau Cipanas, yaitu berupa pemandangan alamnya dan sebagai tempat pendakian awal ke arah puncak. 
  • Wisata daerah Linggarjati yaitu berupa vila, kolam renang, tempat bersejarah perjanjian Linggarjati dan kesejukan alam lainnya. 
  • Daerah Sangkanhurip berupa wisata vila, hotel dan pemandian air panas. 
  • Telaga Remis, berupa telaga, perkemahan dan pemandangan alamnya. 
  • Daerah Waduk Darma, berupa perkemahan, pemancingan, dayung dan keindahan alam lainya. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja