Langsung ke konten utama

Cerita Mistis Pendakian Merbabu via Suwanting


Pengalaman waktu nanjak merbabu lewat suwanting. Malam tahun baru 2017 gak ada tmn yang bisa di ajak nanjak bareng, terpaksa deh naik sendirian dari semarang. Waktu itu aku nanjak jam 17.15, keadaan udah mendung banget dan sampai di warung pojok udah grimis. Kabut mulai turun n ane berhnti buat make jas ujan. Waktu lewat lembah gosong sampe lembah manding ane biasa2 aja walaupun ada takut2 dkit. Soalnya yang ane denger dari temen2 jalur situ angker banget. Pernah temen ane di liatin banaspati  n kuntilanak.

Ane sengaja sendiri walaupun kadang ada rombongan yg ngedahuluin ane krn ane gak mw jadi beban buat mereka. Nah setelah sampai di Lembah manding, kok firasat ane gak enak. Kayak ada yang nyuruh jangan lewat situ sendiri, dan berharap ada rombongan yang nyusul. Gak lama ada rombongan dari boyolali lewat, yaudah ane barengin aja. Kondisi tanah yang licin n nanjak trus bikin capek kan apa lagi buat yang cewe2. Ane di belakang sendiri ama 2 orang yang tasnya kayak kulkas gitu.

Nah pas di tengah2 tanjakan hutan manding tuh, ada 1 cewe yang kliatan lemes banget wkt istirahat. Pas mw nglanjutin perjalanan si cewe malah diem. Diajak ngomong malah cuma ngelirik aja. Nah di situ ane tepuk jidat, trus temen yang satunya lagi bilang kalau dia udah kemasukan tapi ngomongnya sama ane doank. Yaudah gimana lg, tp untungnya sii cewe mau jalan tapi jalannya cepet banget, n gak pake senter kayak tau jalan yang bener. Kalau gak di gaet tangan nya sma temennya entah mau kemana tuh cewe.

Pas di tengah jalan juga tuh cewek malah melenceng dari haluan, untung ada tmennya yang langsung gandeng tuh cewek. Waktu di tanya mau kemana dia bilang keatas, trus bilang kalau itu jalur yang bener padahal di situ gak ada jalan, adanya jurang. Terus waktu istirahat lagi kan makan roti tuh. Sii cewe di tawarin makan roti malah bilang kalau roti bukan makannya. Di ajak naik diem aja, trus temennya yang cwo bilang bakalan nganter sampe pos 3 ntar di kasih kopi pahit. Baru deh mau jalan tuh cewek. Setelah smpe pos 3 tu cewe msih diem, aja.

Lalu ane bwt tenda sendiri misah dari mereka. Waktu jam 11 siang ane dari summit trus ngbrol sama mereka, karena mereka kesiangan jadi gak summit. Temennya bilang kalau abis ndiriin tenda trus buat kopi item buat tuh cewek. Sii cewek langsung sadar kalau tuh kopi pait banget n dia bingung udah sampe mana.

Penulis : Instagram @Jerrysyn6661_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja