Langsung ke konten utama

Pilih Jalur Kersik Tuo atau Solok Selatan Gunung Kerinci?


Tentu kita sudah sangat kenal dengan Gunung Kerinci yang merupakan Puncak tertinggi di Sumatera yang terletak di provinsi Jambi, sekaligus merupakan Gunung Api aktif tertinggi yang di Indonesia.

Provinsi Jambi meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2016 untuk Gunung Kerinci dalam Kategori IX Dataran Tinggi Terpopuler (Most Popular Highland) pada 16 september 2016 yaitu
- JUARA 1 DATARAN TINGGI TERPOPULER
- JUARA TERFAVORIT

Melihat prestasi luar biasa diperoleh oleh provinsi Jambi ini tentu menjadi gambaran peluang bagi pemda Kerinci bahkan pihak lain menjadikan Gunung Kerinci sebagai salah satu potensi wisata yang menjanjikan. Belakangan ini juga telah viral beredar info jalur pendakian menuju Gunung Kerinci melalui rute Solok selatan. Yuk mari kita review seberapa aman sih jalur umum saat ini dibandingkan jalur baru tersebut?

Faktanya yang telah berhasil dirangkum ternyata menunjukkan data sbb:

1. pendakian Gunung Kerinci melewati Kersik Tuo di kecamatan Kayu Aro adalah sekitar 8 jam yang lebih cepat dibandingkan di Solok Selatan (sejauh sekitar 11 jam)

2. Jalur pendakian di Kerinci lebih aman dibandingkan jalur di Solok Selatan, karena jalur kersik tuo itu jalur yang umum yang telah digunakan selama belasan tahun, sementara melalui jalur di Solok Selatan lebih banyak jalan terjal. Ketika hendak menuju puncak, pendaki terpaksa harus memutar dulu untuk menuju Tugu Yuda, baru menuju kepuncak.

3. Di jalur Solok selatan terdapat habitat asli kura-kura, dengan dibukanya jalur ini tentu akan berdampak mengganggu ekosistem alami habitat endemik kura-kura yang telah mendiami hutan alami TNKS selama berpuluh tahun tersebut.

Jadi gimana nih sekarang sahabat wisata Jambi? sebagai warga provinsi Jambi tentu kita tetap mendukung jalur umum yang telah ada dan aman bukan, dengan tidak mengambil resiko terhadap jalur baru yang belum diketahui sejauh mana sisi safety nya. Dengan mendukung jalur utama "Kersik Tuo" ini tentu secara tidak langsung kita tetap men-support potensi pariwisata di negeri sekepal tanah dari surga milik provinsi Jambi

Dari @pejalanbaper

Instagram pendaki gunung @mountnesia
#mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad