Langsung ke konten utama

Tumbuhan yang berbunga 9 tahun sekali, Strobilanthes cernua Blume


Beruntung sekali kami (@afvendiant & @andahuddin) menjumpai bunga cantik ini saat mendaki gunung Ciremai via Jalur Palutungan akhir tahun 2016 kemarin. Awalnya kami hanya menganggap bunga ini biasa saja, namun setelah kami amati dari dekat, tak salah lagi, ini adalah bunga yg sama seperti yang pernah difoto mas @anoa_nyasar di gunung Kembang beberapa tahun lalu.

Perjumpaan ini menjadi catatan tersendiri bagi kami dan juga bagi Ciremai. 9 tahun lagi, semoga ada kesempatan menjumpainya lagi di tempat yang sama. Semoga. Ciremai 2025-2026

Strobilanthes cernua Blume. Tumbuhan ini berbunga setiap 9 tahun sekali, atau jika usia harapan hidup rata-rata orang Indonesia adalah 65 tahun, maka hanya akan ada 7 kali kesempatan untuk menyaksikan tumbuhan ini berbunga di tempat yg sama! Bagi kamu yg sering mendaki gunung, terutama di kawasan Jawa Barat mungkin tak asing dengan sosok semak yg bercabang bnyak dgn tinggi hingga 3 meter, daun panjang 8-25 cm dan lebar 3-12 cm ini. Hanya di Jawa Barat tumbuhan ini tumbuh dalam koloni besar dan merupakan komponen tumbuhan bawah yg dominan di hutan hujan pada ketinggian 750-2.100 m. selain di Jawa, jenis ini, terdapat juga di Sumatera bagian tengah (van Steenis, 1972). Dalam Wikipedia kamu akan menemukan bahwa jenis ini merupakan salah satu dari 250 anggota Marga Strobilanthes dari Suku Acanthaceae. Marga ini kebanyakan adalah tumbuhan asli di Asia Tropis, namun beberapa jenis tumbuh meluas ke utara, ke Asia yg beriklim sedang

Menurut van Steenis (1972) periode pembungaanStrobilanthes cernua Blume di G. Gede adalah 9 tahun dan konstan pada tahun 1902-1956. Tampaknya periode yang sama juga berlaku di G. Salak dan G. Burangrang. Catatan Whitten et. al. (1996) menyatakan bahwa bunga ini terakhir berbunga di G. Gede pada tahun 1992. Untuk G. Patuha, van Steenis mencatat terjadi pembungaan serempak pd tahun 1914 dan 1941, yang nampaknya mempunyai ritme 9 tahun yg sama. Untuk Strobilanthes cernua Blume di G. Papandayan Sulistyawati et. al.(2006) mendapati jenis ini berbunga serempak pada Bulan April 2006

sumber : krcibodas.lipi.go.id

Follow & share with us! @mountnesia

#MOUNTNESIA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja