Langsung ke konten utama

Pantai Jetis, Purworejo dan sunset yang memesona

Kita perlu tau kalau Purworejo memiliki pantai indah yang terletak di daerah Ketawang, kamu bisa mampir ke Pantai Jetis yang memesona.
@dedy_s_kastolo

Pantai Jetis, Ketawang ini berada dan berlokasi di daerah pesisir pantai selatan Purworejo. Pantai ini memiliki ombak yang cukup tinggi, cocok untuk kalian para petualang yang suka main air di pantai.

Lalu warna pasir di pantai jetis putih atau hitam?

Pantainya berpasir hitam dan mengandung biji besi. Ketika menjelang sore, banyak aktifitas yang ada seperti jalan-jalan di sepanjang pantai hingga memancing ikan ataupun mereka para pemuda dan orang tua yang menjala ikan.

Di Purworejo sendiri terdapat beberapa pantai di daerah Ketawang, yaitu wisata pantai berupa Pantai Jetis dan Pantai Ketawang Indah.
@liana_khotimah

Sayangnya pantai ini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah maupun warga sekitar, terbukti dengan minimnya fasilitas penunjang keselamatan pengunjung di seputaran pantai. Sangat berbeda dengan pantai pantai yang ada di jogja. Perlu menjadi perhatian pemerintah daerah setempat

Pesona senja pantai jetis sendiri bagai candu yang harus dipuaskan. Pantai ini mempunyai penawarnya, senja di sini seakan menghipnotis pengunjung yang datang.

Senja adalah waktu paling sakral bagi para pecinta seni fotografi pemotret matahari tenggelam. Terlebih lagi kalau di sini, di Indonesia bagian Selatan. Adalah tempat yang paling pas untuk melihat pertunjukan matahari tenggelam di sore hari.

Malam hari atau di waktu petang juga menarik
Nia.sawsaw


Bagaimana akses dan rute ke pantai jetis?

Kamu bisa arahkan kompas ke arah selatan menuju jalan paling selatan yaitu menunjuk ke arah jalan Daendels, jalan alternatif menuju kota Yogjakarta. Jika dari arah kutoarjo, lalu cari jalan Kutoarjo-Ketawang, dan teruslah berkendara sampai bertemu dengan jalan Daendels.

Lalu kamu akan tiba di perempatan jalan Daendels, kemudian langsung belok kiri sampai kira-kira 500 m sebelah kanan. Akan ada gapura menuju pintu gerbang Pantai Jetis sudah menyambut. Pantai ini masuk wilayah kabupaten kecil yang unik, yaitu Purworejo, Jawa Tengah, tepatnya berada di Desa Patutrejo kecamatan Grabag.

Disana kamu akan menemukan satu pantai yang sangat cocok untuk dijadikan tempat santai bersama keluarga atau teman. Pantai yang belum lama hits di sosial media instagram dll bagi  kalangan masyarakat lokal dan sekitar kabupaten lainnya.

Selain keindahan buih laut, di Jetis juga punya taman payung. Disana Ada banyak, puluhan payung yang seolah terbang di atas kepala kita. Taman inilah yang di buat oleh beberapa anak muda Desa Patutrejo dan juga tak luput beberapa peran penting dari orang dewasa untuk mewujudkannya.
@ellalala5883

Selain itu, kamu juga bisa menikmati dan melihat bagaimana matahari tenggelam yang sesungguhnya disini. Warna akan memerah keemasan seolah menjadi warna yang paling di tunggu bagi para pecinta sunset, terlebih bagi para pemburu foto.

Kamu mau hanting foto sekaligus menghilangkan rindu dari senja di pinggir pantai? Datanglah ke Pantai Jetis dan ajak saya kesana

Sumber & refrensi, detik.com
Penulis Instagram @andiakhm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja