Langsung ke konten utama

Pengalaman Mistis Merbabu via Wekas


Pengalaman dari ig @Janxdluffy
Kejadian ini saya alami pada tanggal 22 november 2014 saat mendaki gunung merbabu via jalur wekas bersama  8 temen termasuk saya . jadi kejanggalan cerita ini dimulai sejak si habib menemukan akik berwarna merah Kaya merah delima pada tengah perjalanan kami. Tapi takut kalo ada apa apa akhirmya akik itu dibuang. Sesampainya sekitar pukul jam 4-5 sore kami tiba di camping ground dan kami putuskan istirahat sejenak. Saat itu kabut tapi tidak terlalu tebal. Tapi ada yang aneh disana. Ada sebuah pohon rindang bawahnya enak banget buat istirahat atau mendirikan tenda. Tapi disana malah ngga ada orang sama sekali walau untuk sekedar beristirahat dibawah pohon itu. Iya si dilihat aja agak serem bikin bulu kuduk merinding juga apalagi nempatin disana bisa kebayang kalo ada makhluk lain yang ikut nimbrung. Usai istirahat kami lanjutkan perjalanan. naik dikit dari camping ground kami putuskan istirahat lagi karna mendung uda gelap dan saat itu hujan, jadi kami putuskan mendiirkan tenda dan bermalam disitu. Nggak tau tau kenapa pas tengah malem hujan makin gede. Kami tidur. Anehnya teman kami kakinya dluar kehujanan tapi dia ngga bangun dan ngga ngerasa kedinginan walau kakinya dluar kena hujan. Kalo orang normal pasti uda menggigil tuh.. dari sana pikirian uda ngga beres, hati uda ngga nyaman bulu mulai berdiri. Bagaimana ngga miris, dia nya Dibangunin juga ngga mau bangun. Akhirnya Saat itu temen yang 1 nya sebut saja si faruk atau fafa mulai sadar kalo dia kerasukan. Dia bacain doa n berbisik ditelinga sama temen yg kerasukan. Dia bilang gini “kalo kamu ngga keluar dari tubuh temen saya, kamu akan aku bakar” trus dibacain doa. Ngga lama kemudian Baru deh dia sadar. Si korban malah bingung.. ada apa kok pada tegang. Kenapa kakinya basah banget..  tapi kami diem ngga kasih tau cerita yang sebenarnya. Itu kejadian skitar jam 1-2. Setelah itu si fafa dan si korban ngbrol sampai pagi. Akunya tidur lagi.. dengan rasa was was takut kalau ada penampakan atau sesuatu yg ngga diinginkan terjadi lagi. Esok paginya kami tracking sampai puncak turun trus pulang. Pas tiba dirumah dia baru dikasih tau kalo dia kemarin kesurupan eh dia malah kaget..
 Sesampainya dirumah saya ditanya temen, ada yg kerasukan ngga? Katanya. Aku jawab ia ada.. dia Tanya lagi, dimana? Aku jawab, atasnya camping groung. Dia ketawa samping bilang, ngga kaget. Pas perjalanan kamu liat pohon agak serem bawahnya rindang kan? Aku jawab, iiaa aku liat..  dia bilang, mungkin penunggu pohon itu yg rese. Uda ngga kaget dan uda biasa terjadi.
Jadi itu cerita saya dari merbabu.. wassalam.., bagikan ceritamu di instagram @mountnesia, dm atau via line yg tertera di profile @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja