Langsung ke konten utama

10 Hal yang Dirasa Pendaki Wanita itu Ribet

Kadang hal yang biasa dilakukan para cowok pas daki gunung itu ternyata dianggap sesuatu yang nggak biasa bagi perempuan. Apa aja sih?

1. Cowok sudah biasa pipis di mana saja tanpa tisu tapi tidak bagi cewek yg harus mencari semak-semak tinggi dan diawasi.

2. Urusan poop cowok pendaki tak ambil pusing, tinggal cari spot poop lalu buang hajat di mana aja sudah menjadi hal biasa. Tapi bagi cewek poop di gunung, ini gak biasa, selalu ada rasa jijik, takut, dan malu.

3. Nggak cuci muka selama di gunung itu kepanikan tersendiri bagi cewek, karena Jerawat adalah musuh besarnya cewe, tapi hal biasa bagi cowok

4. Bau ketek itu Macho, tapi bagi cewe itu "iuhh"
Komentar cowok saat dibilang bau: “Halah, siapa juga yang bakal nyium bau ketek gue? lagian jomblo juga! Siapa peduli, Ini keren tauk"
.
Komentar cewek saat dibilang bau: “Masak sih aku bauk? Bentar-bentar, aku ambil deodoran sama parfum biar seger kayak cuaca hari ini,”
.
5. Gosok gigi saat sunrise menyelinap itu wajib, karena cewek selalu mencintai kebersihan. tapi “haram” bagi cowok.

6. Nggak cuci tangan saat makan itu biasa bagi cowok pendaki. Tapi, cewek nggak akan tega makan dengan tangan berlumuran lumpur saat mendaki

Sepertinya, para cewek terlalu sering melihat iklan “Cucilah tanganmu sebelum makan” deh!

7. Makan sepiring bareng-bareng lebih nikmat bagi cowok. Kadang, menunya dicampur-campur dalam satu wadah. Tapi ‘NO’ bagi cewek, bagi beberapa cewek, makan dalam satu wadah dan satu sendok bersama agak bikin “risih”.
.
8. Ganti CD saat di gunung?
Cewek paling anti dengan yg satu ini. Tapi, kalau cowok bisa hidup dengan membolak-mbalikkan celana dalam mereka.

9. Begadang di Gunung? bukan hal biasa bagi cewek

Cowok “Lha mau ngapain kalau nggak begadang? Masak jauh-jauh dari bawah sampai puncak cuman untuk tiduran. Tidur di rumah mah kapan aja bisa.”
.
Cewek “Ngapain begadang? Tenaga udah abis. Kaki pegel-pegel. Mending tidur biar besok kuat mendaki.”.
.
10. Bagi cowok, berpanas-panasan saat pendakian sudah jadi hal yg biasa, gimana dengan cewek?
.
“Sunblock.. mana sunblock.. ntar muka gue gosong dong kalau nggak pake sunblock”
//Diringkas dari phinemo.com

Jadi mitos atau fakta?
@mountnesia #mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja