Langsung ke konten utama

5 Alasan Pria Pendaki Gunung Adalah Suami Idaman

Ini nih alasan mengapa pria pendaki bisa menjadi calon suami idaman.

Tidak Mudah Menyerah

Mendaki bukanlah olahraga yg mudah. Butuh tekat yg kuat untuk bisa sampai di puncak. Lelah dan juga beratnya medan selama perjalanan harus bisa dilalui. Pria yg hobi mendaki gunung sudah pasti memiliki sifat yang tak mudah menyerah, tak berhenti sebelum sampai di puncak. Pria seperti ini biasanya jg semangat mengejar impian, apalagi bila kamu termasuk di dalam mimpi masa depannya. Siap2 diperjuangin mati-matian, ya.

Sabar dan Mandiri

Mereka tahu, sebelum tiba di puncak, harus lebih dulu melewati perjalanan dengan medan yg tak mudah. Melangkah pelan2 namun pasti, jarak dari lereng hingga ke puncak pun akan mampu dilaluinya. Mereka juga sangat mandiri. Saat berada di atas pegunungan sudah terlatih untk mempertahankan hidup seperti mendirikan tempat bernaung & jga memasak sendiri dari bahan2 seadanya. Seru, kaan?

Telaten dan Penyayang

Pria2 ini akan dengan snang hati mengajarkan kepada para pemula yg juga ingin mencoba juga bagaimana serunya menjelajah alam dan hutan liar. Membahagiakan mereka juga tak perlu hal-hal yg mewah, cukup dengan alam. Alam saja disayangi, apalagi kamu, nih.

Tangguh dan Kuat

Tidak mudah untuk bsa mencapai puncak gunung. Tak jarang hal2 yg tak mengenakkan terjadi. Perubahan jadwal yg tiba2, teman mendaki cidera, dll. Namun, tragedi2 kecil itu tak akan membunuh niat mereka untuk bisa sampai berdiri di titik tertinggi gunung yg didaki. Tak hanya itu, mereka jg biasanya memiliki tingkat solidaritas tinggi.

Atletis dan Sehat

Mengingat medaki termasuk kegiatan yg butuh tenaga besar, para pendaki biasanya memiliki badan yang sehat. Tidak gampang lelah ataupun flu. Mereka terbiasa berolahraga dan berkeringat. Hal ini  membentuk badan mereka menjadi atletis dan enak dilihat. Bisa nih jadi motivasi kamu yg sering malas berolahraga. Setuju, kan?

Selain sifat-sifatnya yang oke, punya pasangan yang sehobi dan juga suka traveling, kan? Selain para lelaki, adalah pendaki cantik yang semangatnya tak kalah ketika menikmati alam. Diringkas dari travelingyuk.com

Jadi, mitos atau fakta nih?
Like, follow & share, @mountnesia #mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja