Langsung ke konten utama

Bolehkah Naik Pesawat Bawa Gas Kaleng di tas Carrier?


Apakah boleh Naik Pesawat Bawa Gas Kaleng di tas Carrier?

Jika menurut jawaban dari netizen hampir seluruhnya mengatakan kalau Naik Pesawat Bawa Gas Kaleng di tas Carrier itu gak boleh. Sudah banyak pendaki yang membawa dan disita olrh petugas bandara. Berikut postingan di ig @mountnesia

A post shared by PENDAKI GUNUNG INDONESIA (@mountnesia) on

Adapun Barang-barang yang dilarang dibawa naik pesawat, dari Garuda Indonesia :

Sebagai alasan keselamatan dan keamanan, penumpang tdk diperbolehkan untuk membawa benda/barang yang tercantum dibawah ini ke dalam bagasi kabin maupun tercatat

Material korosif seperti Merkuri (yang terdapat dalam thermometer), asam sulfat, alkali & aki kendaraan;

Bahan Peledak pada semua tipe granat, detonator, sumbu, serta alat peledak;

GAS BERTEKANAN (tidak dan yang mudah terbakar, ataupun yang beracun): Propana, butana, serta aerosol iritan kimiawi;

Cairan yang mudah terbakar: Bhan bakar, cat, thinner, perekat (lem), cairan pemantik api, dan methanol;

Benda padat yang mudah terbakar seperti kembang api, petasan, suar;

Zat oksidasi seperti bubuk pemutih, peroksida;

Material radioaktif;

Bahan kimia/zat yang beracun seperti arsenik, sianida, pembasmi hama/serangga, produk biologis yg berbahaya;Koper dengan instalasi perangkat alarm, / dilengkapi baterai lithium dan/atau material piroteknik.

Kendaraan kecil yg menggunakan baterai litium seperti airwheel, solowheel, hoverboard, mini-segway, balance wheel, dan lain-lain tk diperbolehkan dibawa dalam kabin pesawat semua penerbangan Garuda Indonesia, baik sebagai bagasi kabin maupun Bagasi yg Terdaftar.

Alat pelumpuh sepertu Pistol pengejut, alat kejut listrik, tongkat pukul listrik, termasuk alat pelumpuh untuk hewan;

Semprotan bela diri berupa Gas airmata dan semprotan asam fosfor
NOTE: Semprotan merica yg dilengkapi fitur mekanisme keselamatan diperbolehkan diletakkan dalam bagasi.



Barang-barang yang dibatasi

Benda/barang dibawah ini boleh dibawa oleh penumpang hanya dalam bagasi tercatat:

Benda yang bermata pisau dan berujung tajam seperti Kapak; busur panah; alat pendaki; tombak; pemecah es; semua jenis pisau (pisau lipat, pisau saku, pisau bedah, pisau pemotong daging); parang; pedang; keris; silet; gunting; shuriken; alat-alat perkakas (bor, cutter, gergaji, palu, obeng); dan benda lainnya yg berujung tajam.

NOTE:Jika Anda membawa benda-benda yang telah disebutkan di atas, silakan melapor pada petugas di konter Check-in kami di bandara Setiap benda tajam yg termasuk dalam bagasi terdaftar harus dibungkus dengan aman utk mencegah cedera pd petugas bagasi kami


Rokok elektronik

Rokok elektronik bisa dibawa oleh penumpang hanya di dalam bagasi kabin, tapi dilarang menggunakan rokok elektronik didalam kabin pesawat.

Pemantik dan membawa korek api

Selain penerbangan yang berasal dari Negara China, penumpang bisa membawa pemantik rokok & korek api hanya untuk penggunaan pribadi ke dalam pesawat namun dilarang untuk membawa kedalam bagasi kabin maupun tercatat.

Daripada ribet nanti malah disita petugas, mending beli gas ataupun benda yang dilarang ketika sudah turun dari pesawat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja