Langsung ke konten utama

Cara Mencuci Tenda / Dome Setelah Mendaki Gunung


Dari @ach_nizam : CUCI TENDA setelah melakukan kegiatan outdoor. Ini jarang dilakukan khususnya para pendaki. Ya mungkin karena kebanyakan para pendaki sewa tenda. Jadinya usai digunakan camping langsung di balikin dalam keadaan kotor. Dan jarang pula si pemilik sewa membersihkan kembali tendanya, alhasil tenda kotor akan di sewakan kembali kepada pendaki lain yg baru menyewa. Ini jelas mengurangi kenyamanan dalam melakukan kegiatan outdoor apalagi kalo pas bawa "harem/wanita" 😂😂 Nah bagi yg punya tenda sendiri anda harus sedikit merajinkan diri, ketika usai melakukan kegiatan outdoor khususnya pendakian. Udah cape, loyo, dengkul lina linu, eh pulang-pulang kita harus nyuci tenda😭😭. Pas banget diluar tenda bekas noda lumpur dan tanah, di dalam tenda bekas debu, bekas kopi atau makanan tumpah😢😢 Nah terus bagaimana cara nyucinya?😮. Ini sedikit aku kasih tau caraku nyuci tenda setelah sempat browsing2 google "cara cuci tenda". kalopun salah benerin ya.

1.dirikan tenda terlebih dahulu di halaman yg agak luas

2.cuci bagian luar tenda yg kotor dengan air

3.cuci juga bagian dalam tenda dengan memasukkan sedikit air

4.bersihkan dengan kanebo bagian dalam sampai kering

5.jangan lupa bersihkan pasak dan frame. Termasuk lubang frame yg kadang buntu dengan tanah liat

6.bagi tenda double layer, untuk layer paling luar di rendam dengan air (tanpa bahan pembersih/sabun apapun) sampai bekas debu dan tanah terangkat oleh air. Ganti air rendaman beberapa kali sampai di rasa layer telah bersih. Kemudian angkat dan jemur ditempat yg sejuk tidak terkena terik matahari.

Tenda udah bersih nyaman dan siap digunakan untuk kegiatan outdoor selanjutnya😊 pasti si eneng tercinta suka😅😆

#cucitenda #bersihkannoda #daridebu #jugakenangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja