Langsung ke konten utama

Diserbu Pacet Saat Mendaki Gunung Bukit Raya

Cerita dari @lellyfaizah :

Kalimantan Tak Terlupakan !

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang bertanya "perjalanan mana yang paling berkesan untuk mba lelly ?"

Setelah mencoba mengingat semua perjalanan yang pernah dilakukan, pendakian bukit raya di Katingan Kalimantan Tengah adalah jawabannya .

Biasanya, gw akan dengan senang hati untuk bermimpi akan kembali lagi ke sebuah lokasi yang pernah gw datengin, tapi gak untuk bukit raya !!

Setiap mendaki gunung, biasanya gw akan sangat "betah" berlama-lama dialam bebas, pokoknya kalo bisa gak usah pulang..tapi beda dengan bukit raya, gunung yang menjadi salah satu #sevensummit ini adalah satu-satunya gunung yang bikin gw nangis dan pengen cepet pulang ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Bayangin, hutannya masih rapat banget dan ini bikin pendaki berkeringat sangat banyak dan selalu merasa dehidrasi , masalahnya sumber air disini terbatas ! Jadi kalo denger suara aliran air, bahagianya luar biasa !

Belum lagi, bukit raya ini adalah "kerajaan" pacet, lintah dan apalah itu keluarganya !
Setiap berhenti untuk istirahat, pasti kita disibukkan dengan "swipping" lintah yang nempel di sekujur badan sepanjang perjalanan, dan ada segerombol pacet di punggung gw !! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ tangan, leher, betis pada bengkak dicium lintah !





Belum lagi digigit nyamuk dan semut hutan yang ukurannya sejempol gw, dan gw sempet cidera betis juga yang bikin ritme perjalanan gw agak terganggu sampe puncak ๐Ÿ˜ฉ

oh iya jalur menuju kesini juga jadi challenge tersendiri, kita sempet beberapa kali harus turun dari boat demi menghindari arus sungai yang deras..turun-tarik-dorong (repeat)

Beruntung perjalanan ini dilakukan bareng-bareng sama tim solid summitnicus.id , yang selalu mencoba well prepared sebelum pendakian , jadi segala rintangan dapat diatasi dengan baik, dan kita semua berhasil sampe puncak !

Yang pasti, bukit raya mengajarkan bahwa rumah dan keluarga adalah the real happiness !

Tapi tetep aja, gw akan pikir ulang beberapa kali kalo ada yg ngajak balik lagi ke bukit raya, bye ! (kecuali dibayarin๐Ÿ˜‚)

#bukitraya #7summitsindonesia
#kalimantan #indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja