Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Lautan Awan di Basecamp Bambangan yang Memesona

Mau kesini? Masjid diatas awan, Basecamp Bambangan, Gunung Slamet. Foto oleh instagram @yulie_setiya Gunung Slamet, dengan Ketinggian 3.428 mdpl ini menjadi gunung yang paling tinggi atau tertingginya Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini masuk kedapam wilayah administrasi beberapa kabupaten diantaranya adalah Purbalingga, kab. Purwokerto, kab. Brebes, dan kab. Tegal yang familiar kita kenal dengan wilayah bahasanya yaitu terkenal dengan Jawa Ngapak. Jalur paling mainstream yang ada di gunung slamet dan difavoritkan pendaki adalah jalur Bambangan yang lokasinya ada di Kabupaten Purbalingga. Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan Kalau ditanya kenapa sih kita harus pilih jalur Bambangan sebagai awal pendakian buat menuju ke puncak Gunung Slamet? Ya karena jalur inilah yang paling populer di kalangan para pendaki gunung. Untuk pertama kali melakukan pendakian di gunung yang belum pernah kita daki itu emang enaknya kalau pakai jalur yang paling rame dulu. Menuju basecamp Bambang

Bahaya Ngopi Panas Dengan Gelas Botol Plastik Air Kemasan?

Ketika mendaki gunung, terkadang kita lupa untuk membawa gelas maupun piring. Akhirnya kita memanfaatkan botol plastik air mineral kemasan sebagai pengganti gelas dan piringnya. Apakah kamu belum tau bahayanya? Sayangnya, menggunakan botol kemasan sebagai pengganti gelas dan piring ini sudah menjadi tradisi oleh kebanyakan pendaki gunung. Apalagi mereka menggunakannya untuk minuman dan makanan panas. Lantas, seperti apa bahayanya? Minuman dalam botol plastik memberikan kesan simple, sederhana dan mudah dibawa kemana saja. Desain botol yang unik serta minimalis itu tidak jarang membuat para peminumnya menyimpan botol tersebut supaya kembali digunakan. Untuk menghilangkan aroma dan rasa yang ada pada botol itu, biasanya botol dicuci dahulu lalu kemudian digunakan hingga berulang-ulang kali. Tanpa kita menyadarinya, ternyata kebiasaan menggunakan botol bekas ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Botol plastik bekas yang digunakan berulang-berulang ini bisa berpotensi m

Survival Mencari Air dengan Daun

Sudah pernah terfikirkan untuk mencari air dengan memancaatkan kondensasi dari dedaunan pada tumbuhan ketika kamu mendaki gunung atau berada di alam bebas? Sedikit cerita Oleh @ervinrivaldi yang telah di post di instagram @mountnesia :  Sekitar 14 jam air dalam kantong plastik ini bisa terkumpul dengan memanfaatkan kondensasi dari sebuah tumbuhan, walaupun sedikit setidaknya ini bisa membasahi tenggorokan dipergunakan disaat keadaan survival... Mumpung lagi di alam bebas waktu yg tepat untuk dipraktekkan. Dari situ, dapat kita lihat, ternyata kita bisa mendapatan air walaupun hanya ari dedaunan dari tumbuhan. Bagaimana caranya? Kita bisa melakukannya dengan cara menutupi dedaunan yang ada di pohon menggunakan plastik srperti gambar diatas. Carilah dedaunan yang agak rimbun dan pas dengan kapasitas plastik yang kamu bawa. Kemudian tutupi seperti pada gambar, tetapi jangan ditutup rapat, diberi sedikit ventilasi pada bagian atasnya. Sebelum menutupnya dengan plastik, kamu juga

Pengalaman Mendaki Gunung Saat Hamil

Oleh @reiiiza : Ini cerita pengalaman pendakian Gunung Rinjani bersama Istri saya yg sedang hamil 6 bulan, Bukan perkara mudah dengan keadaan hamil mendaki gunung tertinggi ke 3 di Indonesia. Persiapan yang saya dan istri lakukan rutin cek kandungan ke Bidan untuk tau kesehatan kandungannya, Logistik kami usahakan yg bergizi (bukan instan), & vitamin, bahkan untuk tidur pun kami  membawa Kasur & bantal angin lengkap dengan kompa nya. kami melalukan pendakian pada tanggal 22 Oktober 2017 bersama 4 teman2 saya. Kami mendaki 6 orang start dari Sembalun jam 2 siang  dengan jalan santai, kami finish & camping di Pos 2 pukul 07:20 WITA. Pagi hari setelah sarapan & beres2 kami lanjutkan pendakian, trek semakin sulit setelah melewati istirahat di pos 3. Setelah itu kami  menuju plawangan melewati bukit penyesalan, di tambah lagi di bukit penyesalan kami kehabisan air, tapi beruntung kami di beri air oleh porter yg melintas & pendaki2 lain untuk istri saya yg sedan