Langsung ke konten utama

Survival Mencari Air dengan Daun

Sudah pernah terfikirkan untuk mencari air dengan memancaatkan kondensasi dari dedaunan pada tumbuhan ketika kamu mendaki gunung atau berada di alam bebas?

Sedikit cerita Oleh @ervinrivaldi yang telah di post di instagram @mountnesia :  Sekitar 14 jam air dalam kantong plastik ini bisa terkumpul dengan memanfaatkan kondensasi dari sebuah tumbuhan, walaupun sedikit setidaknya ini bisa membasahi tenggorokan dipergunakan disaat keadaan survival... Mumpung lagi di alam bebas waktu yg tepat untuk dipraktekkan.

Dari situ, dapat kita lihat, ternyata kita bisa mendapatan air walaupun hanya ari dedaunan dari tumbuhan. Bagaimana caranya?

Kita bisa melakukannya dengan cara menutupi dedaunan yang ada di pohon menggunakan plastik srperti gambar diatas. Carilah dedaunan yang agak rimbun dan pas dengan kapasitas plastik yang kamu bawa. Kemudian tutupi seperti pada gambar, tetapi jangan ditutup rapat, diberi sedikit ventilasi pada bagian atasnya.

Sebelum menutupnya dengan plastik, kamu juga perlu memilih kondisi daunnya.. pastikan itu bukan daun yang membuatmu gatal seperti daun yang ada bulunya. Pastikan juga bukan daun yang kering menguning ya. Artinya kamu harus menggunakan daun segar pada tumbuhan yang masih hidup.

Kamu bisa membuat sumber air dengan daun tersebut disekitar tempat camp atau pendirian tenda. Jika tiba di tempat camp pada sore hari, kamu bisa pangsung membuatnya. Pada keesokan harinya bisa kamu buka dan rasakan airnya walaupun hanya sedikit. Lumayan kan bisa menjadi tambahan pasokan air, apalagi ditempat camp itu tidak ada sumber air dan musim kemarau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja