Langsung ke konten utama

Tips Agar Mendapat Izin Mendaki Gunung

Tips agar dapat ijin Travelling

Setiap saya travelling, ntah itu ke Pantai, Bukit, Gunung, atau hanya sekedar jalan-jalan di kota orang. Saya sering mendapat pertanyaan "Emang dikasih ijin orang tua?"
"ijinnya gimana?"
"orangtuamu tau kamu pergi?" Dsb..
Tidak sedikit juga yang kadang merasa aneh dengan kesan kurang khawatirnya orang tua pada anak perempuannya pergi bahkan sampai berhari-hari. Kadang juga ada yang merasa iri karena saya selalu dapat ijin orang tua.

Menurut saya, tidak ada orang tua yang tidak khawatir terhadap anaknya, ntah itu laki-laki maupun perempuan, tidak sedikit ada orang tua yang sering menghubungi anaknya meskipun sudah memberi ijin.
Ini tergantung pada orang tua dan dirimu sendiri.
Hal yang paling penting yang harus terjalin baik antara orang tua dan anak adalah kepercayaan.
Maka dari itu, saya akan membagikan tips agar diijinkan bepergian, menurut pengalaman saya sendiri.

1. Jujur.
Mengenai kejujuran saya tempatkan di nomer 1, karena kejujuran amat sangat penting untuk mendapat kepercayaan orang tua.
Terlepas dari diijinkan atau tidaknya kalian untuk pergi, yang penting kalian sudah meminta ijin dengan jujur. Beritahu mereka kalian akan pergi kemana, dengan siapa, kemana aja dan berapa lama, itu harus kalian utarakan dengan jujur jika mereka bertanya.

2. Jangan pernah berbohong.
Ini hal penting yang kedua, jika kalian ingin mendapat ijin, jangan pernah berbohong.
Taukan gimana rasanya dibohongi? Di bohongi doi aja sakitnya bukan main, gimana dengan orang tua yang dibohongi anaknya?
Kebanyakan dari kita ketika pergi tidak dapat ijin,  hal selanjutnya yang kita lakukan adalah dengan berbohong atau mencari-cari alasan agar dapat ijin. Plis gaes orang tua kalian tidak bodoh, mereka akan tahu ketika anaknya berbohong.


Sekali kalian ketahuan berbohong. Resikonya kalian tidak akan dipercaya, dan akan semakin sulit untuk mendapat ijin. Kalaupun akhirnya dijinin, pasti masih akan tetap dicurigai. Gamauu kann dicurigai terus.
Jadi, kalau tidak dapat ijin. Yasudah nurut aja, kalian jangan memaksakan diri untuk pergi. Nurut. Okee
Lama kelamaan orang tua kalian akan berpikir ulang untuk memberi kalian ijin.

2 point ini hal yang selalu saya terapkan pada orang tua, sebisa mungkin untuk selalu jujur dan jangan pernah berbohong. Sebisa mungkin.

3. Bukan minta ijin, tapi memberitahu.
Saya pribadi setiap pergi jarang meminta ijin, lebih sering hanya memberi tahu.
Bedanya dimana? Bedanya, kalo kita minta ijin, pilihannya ada 2 yaitu diijinin sama ngga diijinin.
Tapi, kalo kita cuma memberi tahu, berarti mereka tahu bahwa kita akan pergi, dan memberitahunya harus diselipi dengan cerita-cerita kecil tentang destinasi yang akan kalian tuju. Dan harus dari jauh2 hari ya. Biar enak ngasih taunya.

4. Ngeles.
Ngeles disini maksudnya bukan ngeles yang tidak jujur, saya kasih contoh.
Ketika orang tua bertanya, "pergi dengan siapa saja? Berapa orang?"
Jika kalian pergi dengan banyak orang, kalian bisa jawab dengan leluasa.
Tapi, gimana kalau cuma berdua? Perempuan semua pulak.
Kalian bisa jawab "ramean kok ma, pa dibus/kereta, ngga sendirian kok"
Ini bukan bohong gaes. Ini ngeles. Haha
Logikanya, ngga mungkin kan kalian dikereta atau bus cuma sendiri atau berdua? Pasti ramean.

Itu pertanyaan yang ngga harus kalian jawab dengan detail. Kalau kalian jawab terlalu detail terus bohong. Ketauan banget bohongnya hehe

5. Ajak teman pergi kalian kerumah
Ntah untuk minta ijin atau sekedar jemput kalian, pastikan kalian tidak pergi sendiri, agar orang tua tidak curiga.
Yang paling penting, temannya harus rapi dan sopan ya.
Bukannya pilih2, hanya saja kalian harus memberi kesan yang baik pada orang tua. Untuk membuktikan bahwa teman main kalian adalah teman yang bisa dipercaya.
Harus teman yaa. Bukan pacar atau gebetan hehe
Saya pribadi, kurang percaya jika pergi dengan pacar atau gebetan dsb.

Saya lebih nyaman jika pergi dengan yang benar benar teman.
Lebih bagus pergi dengan teman karena untuk meminimalisir kekhawatiran orang tua.
Selebihnya, semua tergantung diri kalian masing2 dan orang tua.

Semoga tipsnya bermanfaat.


@Aliyamurdiana
Tangerang, 2019


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad

Apa yang harus dilakukan jika Tersesat di Gunung?

Foto oleh @yudapurnawirawan Berikut beberapa tips supaya Anda dapat pulang dengan selamat Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pendakian di gunung, kemungkinan Anda akhirnya akan tersesat juga. Ini juga terjadi bahkan untuk para pendaki berpengalaman. Salah satu kunci untuk kelangsungan hidup Anda adalah dengan membuat rencana pendakian yang matang dan memberitahukan rencana pendakian anda kepada seseorang. "Sudah lama sejak aku tersesat," kata Tim Glover, seorang ahli pendakian yang menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk hiking di pegunungan Virginia dan North Carolina. "Saya merencanakan ke depan dan benar-benar memeriksa jejak peta sebelum aku pergi. Saya selalu memberitahu seseorang di mana aku akan pergi mendaki dan hari dimana saya kembali turun pendakian. " Jika Anda tidak kembali tepat waktu, Glover menjelaskan, teman atau anggota keluarga Anda akan tahu dan melaporkan ke pihak berwajib untuk memberi peringatan dan memulai misi pen