Langsung ke konten utama

Antar Jemput Basecamp Gunung Slamet dan Lawu

Haii sobat petualang.. kini buat kamu yang mau mendaki menuju gunung lawu dan slamet semakin mudah untuk urusan transport.. santai tanpa ribet.. kami dari @MounTravellers ( @mountnesia )'s group menyediakan paket antar - jemput dengan harga sangat terjangkau nih, bisa ke Lawu atau ke Gunung Slamet.

@MounTravellers ( @mountnesia 

Kami akan menggunakan mobil avanza / xenia /ertiga (tinggal ketersediaan)
Jangan kuatir duduknya sempit yaa, soalnya sebagian tas kalian bisa ditaruh diatas mobil.. hehe.. .
Info detail silahkan Anda bisa wa 085292333366 /
klik tautan yang ada di profil ig @MounTravellers.. Terimakasih.. salam ngetrip 😊


seputar Gunung lawu dan Gunung Slamet

Gunung Slamet dengan ketinggian  sekitar 3.428 meter dpl. adalah gunung berapi kerucut, terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Slamet ini berlokasi dan terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten  Banyumas, di Kabupaten Purbalingga, masuk Kabupaten Tegal, dan  juga masuk ke Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung  Slamet merupakan gunung tertinggi di provinsi Jawa Tengah serta gunung nomor kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Kawah 4 ( IV) merupakan kawah terakhir yang masih aktif hingga sekarang ini, dan terakhir aktif hingga pada level siaga medio pada-2009.

Gunung Slamet iini cukup populer sebagai sasaran dan wsiata pendakian meskipun medannya  yang dikenal sulit. Di kaki gunung ini juga terletak kawasan wisata alam Baturraden yang menjadi andalan pariwisata di Kabupaten  Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari kota Purwokerto.

Gunung Lawu (dalam Hanacaraka: ꦒꦸꦤꦸꦁꦭꦮꦸ ) (gunung lawu ini mempunyai ketinggian sekitar 3.265 MDPL) berada di Pulau Jawa, Indonesia, lokasi tepatnya  gunung lawu ini berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu merupakan gunung yang terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, propinsi Jawa Timur. Status gunung lawu ini adalah gunung api yang sedang "istirahat" (diperkirakan terahkir meletus sekitar pada tanggal 28 November 1885[3][4]) dan telah lama tidak aktif lagi, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncak gunung ini yang mengalami erosi. Di lereng gunung lawu ini terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan juga ada belerang (solfatara). Gunung Lawu juga mempunyai kawasan hutan dengan tipe  Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan juga ada hutan Ericaceous. Gunung Lawu adalah salah satu yang menjadi sumber inspirasi dari nama kereta api di Indonesia, adalah Argo Lawu, kereta api eksekutif yang melayani Solo Balapan-Gambir.

Gunung Lawu ternyata  memiliki tiga puncak, yaitu adalah Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan yang ketiga adalah puncak Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah menjadi puncak tertingginya gunung lawu.

Di lereng gunung lawu ini terdapat beberapa tempat wisata alam yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah sekitar Tawangmangu, Cemorosewu, dan juga telaga Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat ada terdapat dua komplek percandian dari masa akhir kerajaan Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho yang juga merupakan jalur pendakian gunung lawu via candi ceto atau candi cetho. Di kaki gunung ini terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan juga Astana Mangadeg. Di dekatnya dari komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk para keluarga presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja