Langsung ke konten utama

Monumen Bajra Sandhi Dengan Sejarah, Keunikan dan Harga Tiketnya


Kalau di ibukota Jakarta punya Monas, Monumen Bajra Sandhi ini ibarat bagaikan Monas-nya Bali. Monumen ini begitu menawarkan wisata sejarah sekaligus edukasi untuk para wisatawan atau traveler yang berkunjung kesini. Pemandangan luarnya saja sudah sangat memikat, kamu pasti bakal penasaran pengin liat ke dalamnya kan!

foto : pesonaid_travel

Dimana tempat tepatnya alamat Monumen Bajra Sandhi ini?
Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, tepatnya di Lapangan Renon. Bangunannya yang penuh dengan arsitektur bentuk bentuk khas Bali yang sangat memanjakan mata. Di dalamnya ada museum tentang sejarah perjuangan rakyat Bali tempo dulu. Serunya lagi kalau kita bisa menikmati 33 diorama yang akan menggambarkan Bali dari masa ke masa. Jangan lupa singgah sebentar ke sebuah telaga cantik yang juga dihuni oleh banyak ikan!

Bukan hanya  monumen dan museum sejarah. Ada Museum 3D juga lho, letaknya di lantai dasar Monumen Bajra Sandhi! Namanya IAM BALI 3D Museum. Tempat paling pas kalau ingin berburu foto kece nan unik.

Saat pertama kali masuk ke kawasan monumen Bajra Sandhi, mata anda akan dimanjakan dengan arsitektur dan keunikan monument ini dengan khas Bali yang sarat dengan makna filosofi ajaran Hindu dan simbol kemerdekaan yang mempunyai keunikan tersendiri. Anak tangga yang berada di pintu utama Monumen Bajra Sandhi jumlhanya adalah 17. Juga terdapat sejumlah 8 buah tiang agung di dalam monumen yang mempunyai tinggi 45 meter. Bangunan tersebut inilah merupakan simbol tanggal kemerdekaan negara Republik Indonesia. Inilah keunikan monumen Bajra Sandhi yang juga memberikan makna dan filosofi tentang kemerdekaan Indonesia.

Di museum ini uga terdapat berbagai peninggalan koleksi foto-foto pendaratan tentara Belanda di pulau Bali dan foto-foto perjuangan laskar Puputan yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai.

Kenapa dinamakan dengan museum Bajra Sandhi?

Dinamakan museum Bajra Sandhi karena jika dilihat dari bentuknya itu yang menyerupai bajra atau genta yang digunakan para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat melakukan upacara keagamaan.
 .
Bagaimana Sobat, udah cukup penasaran? Rencanakan perjalananmu ke Bali, yuk!
Tahukah kamu? Ternyata  banyak wisatawan domestik yang justru  tidak tahu akan kawasan Renon Denpasar. Malahan yang banyak mereka tahu tentang monumen Bajra Sandhi Renon adalah  para wisatawan asing. Seperti wisatawan dari Korea dan China. Pertanyaannya, Emang ada apa di kawasan Renon itu yah?

foto : pesonaid_travel

Sejarah dari Museum Bajra Sandhi
Pencetus ide yang melakukan pembangunan monument Museum Bajra Sandhi  ini adalah Prof Ida Bagus Matra saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali tahun 1980. Arsitektur dari monumen ini Ir. Ida Bagus Gede Yadnya, beliau memenangkan kompetisi arsitektur monumen ini tahun 1981. Design arsitektur dari Ir. Ida Bagus Gede Yadnya yang memiliki arti hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, dengan adanya design 17 gerbang pintu masuk, 8 pilar utama dan pada  ketinggian monumen  atau museum ini sekitar 45 meter.

Monumen Bajra Sandhi Renon, pada awal pembangunan di mulai tahun 1981 kemudian sempat terhenti dan dilanjutkan tahun 1987. Peresmian yang dilakukan untuk Monumen Bajra Sandhi dilakukan oleh Presiden menjabat saat itu, adalah Ibu Megawati Soekarno Putri, tanggal 14 Juni 2013. Nah, di depan Monumen Bajra Sandhi inilah diadakannya kegiatan parade pesta kesenian Bali setiap tahunnya, yang biasanya akan dibuka oleh Presiden Indonesia.

foto : pesonaid_travel


Berapa  Harga Tiket Masuk Monumen Bajra Sandhi ini?
Untuk biaya registrasi tiket masuk ke monumen Bajra Sandhi ini dapat anda lihat di bawah ini:

Orang Dewasa, Rp 25,000/orang.
Anak, TK & SD, sekira Rp 2,000/anak.
SMP, SMA & Mahasiswa, sekira Rp 5,000/orang.
Parkir mobil  skira Rp 5.000/mobil.
Parkir sepeda motor sekira Rp 2.000/sepeda motor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja