Langsung ke konten utama

Rute, Kemegahan dan Mitos Air Terjun Tumpak Sewu


Kemegahan air terjun ini kerap dijuluki sebagai 'Niagara-nya Indonesia'. Diberi nama Air Terjun Tumpak Sewu, lantaran air terjun ini disebut-sebut memiliki seribu aliran air yang bila diartikan ke dalam bahasa Jawa adalah 'sewu'.
foto : Pesona Indonesia


Air Terjun Tumpak Sewu atau yang biasa disebut juga dengan nama Coban Sewu adalah sebuah air terjun berketinggian sekitar  120 meter yang lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Coban Sewu atau Air Terjun Tumpak Sewu ini merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia, karena mempunyai panorama yang sangat indah.

Hal unik sekaligus menakjubkan yang ada  di air terjun tumpak sewu sini ialah deretan aliran air yang jatuh dari ketinggian 120 meter dan menciptakan suara deru yang sangat kencang. Panorama panorama yang disajikan di sekitarnya juga tak kalah mengagumkan, pemandangan hijau membalut indah tebing-tebing dan bebatuan yang berada di sekitarnya.

Air Terjun Tumpak Sewu ini berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Apabila kalian ingin berkunjung ke air terjun sini, ingat! Akan ada 2 spot menarik untuk menikmati keindahannya, yakni Pos Panorama dan Lembah Air Terjun Tumpak Sewu.
Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. 

Dimanakah lokasi tepatnya ya?
Air terjun tumpak sewu ini lokasi tepatnya adalah berada di Desa Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, Kab. Lumajang, Jawa Timur. Tempatnya bisa diakses baik dari arah lumajang kota ataupun dari Malang. Perjalanan untuk menuju air terjun tumpak sewu dapat kita tempuh dengan waktu selama sekitar 1 sampai dengan 2 jam.

Lalu, rutenya bagaimana?   Ini Rute Menuju Air Terjun Tumpak Sewu

Apabila kita berjalan dari kota malang, maka akan memerlukan waktu tempuh perjalanan yang kurang lebih 2 jam-an. Rutenya menuju ke air terjun tumpak sewu yaitu dari kota malang – bululawang – dampit - tirtomulyo - pronojiwo. Dengan kurang lebih 100 meter sesudah tugu perbatasan Malang &Lumajang , ada gang menurun yang di kanan jalan. Kamu bisa mengikuti jalan itu lalu akan sampai di lokasi coban tumpak sewu. Air Terjun Tumpak Sewu atau juga bisa disebut dengan Grojogan Sewu bisa di akses dengan kendaraan bermotor ataupun juga dengan kendaraan pribad.  Saat perjalanan menuju kesana, kalian di jamin tidak akan bosan menyaksikan pemandangan yang disajikan oleh alam belantara yang sangatlah indah pesona dan panoramanya. Mungkin Air Terjun Tumpak Sewu ini dapat menjadi reverensi liburan dan dolan kalian saat akhir pekan.

Adakah mitos mengenai Air Terjun Tumpak Sewu?

Air terjun ini ternyata juga mempunyai hal hal unik seputar wisatanya. Namun untuk mitos – mitos atau hal yang berbau mistis belum ditemukan. Bahkan di internet juga belum tersebar, hanya ada beberapa mitos yang muncul, tapi di wsata goa yang dekat dengan air terjun Tumpak Sewu ini, saaat kamu berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu, janganlah sampai melewatkan wisata Goa Tetes. Apalagi kedua destinasi liburan ini mempunyai lokasinya berdekatan dan tentunya masih ada dalam satu wilayah.

Jika kamu kesini, maka kamu perlu menuruni tangga dengan panjangnya sekitar 800 meter. Kondisinya juga cukup curam dan mengikuti permukaan tanah. Nah mitos yang ada disini adalah salah satunya mengenai jodoh. Konon apabila seseorang yang mandi di bawah pancuran air terjun ini, maka mereka akan dimudahkan dalam mendapatkan pasangan. Percaya nggak kamu? Kalau nggak percaya ya bisa dicoba deh kesana. Tapi awas hati – hati, syirik lo ya :D. Nah kamu kalau mau kesana dan membuktikannya, datanglah berkunjung ke Goa Tetes. Di sini kamu bisa menyaksikan sausana goa yang dipenuhi dengan tetesan air yang kemudian mengalir hingga ke sungai di bawahnya. Bentukyang ada dari area tebing cukup unik juga menjadi daya tarik tersendiri dari wisata ini.

Oya,  seputar air terjun tumpak sewu, untuk mencapai air terjun yang gagah ini kalian butuh sedikit perjuangan, Sobat. Tapi sesampainya di sana, diri ini rasanya betah dan enggan tuk beranjak pulang. Akses ke dasar air terjunnya susah. Curam dan berbatu. Semoga pemda bisa memperbaiki aksesnya.

#PesonaWisataJawaTimur
#PesonaIndonesia
#WonderfulIndonesia
#Lumajang
#AirTerjunTumpakSewu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja