Langsung ke konten utama

Foto - Foto Indah Bukit Panguk Kediwung Dlingo, Wajib Kesini!


Kalau kamu pengen menikmati sunrise atau mentari pagi yang dibalut dengan udara segar  dan lautan awan yang sangat memesona dan indah di Yogyakarta, salah satu daerah wisata bukit atau pegunungan yang paling banyak menawarkan tempat wisata tersebut adalah yang berlokasi di Kecamatan Dlingo masuk, berada di wilayah Kabupaten Bantul. Memang ada beberapa destinasi sangat menarik di Kecamatan Dlingo, salah satunya adalah ialah Bukit Panguk Kediwung Dlingo. Mungkin bagi kamu yang belum familiar dan mengetahuinya, Wisata  Bukit Panguk Kediwung ini lokasinya tidaklah jauh dari Kebun Buah Mangunan yang lebih dahulu di buka dan tenar di kalangan masyarakat. Bukit Panguk Kediwung dibuka untuk umum pada  pertengahan 2016 oleh masyarakat setempatnya. Oleh karenanya Bukit Panguk Kediwung memang tidak sepopuler destinasi di sekitarnya seperti Kebun Buah Mangunan atau Hutan Pinus Mangunan, walau secara lokasinya yang sangat berdekatan.





Kelebihan dari Bukti Panguk Kediwung ini menawarkan keindahan pemandangan sunrise di atas awan dengan baltan kesegaran udara sejuk jogja di pagi hari yang tak terlalu dingin tapi ya tetapm dingin. Kalua kamu bener – bener mencari sunrise disini bakal sangat terlihat jelas karena lokasi Bukit Panguk Kediwung ini mengahadap  ke timur. Lokasinya yang sangat unik ini juga karena pepohonan yang ada disekitar bukit ini adalah pohon jati yang akan meranggas di waktu kemarau. Jadinya kalua pas musim kemarau bakal meranggas dan terlihat seperti pohon mati yang membuat suasana terasa lebih eksotis. Lalu kapan waktu yang pas buat mengunjungi bukit ini? Waktu yang direkomendasikan juga terbaik untukmelihat dan menikmati keindahan sunrise di Bukit Panguk Kediwung ini adalah pada sekitar pukul 05.00 pagi, kalau musim terbaik untuk mengunjunginya adalah tentunya pada musim kemarau ataupun jika pada musim hujan adalah sehari setalah hujan reda. panorama terbaik yang akan kita dapatkan di Bukit Panguk Kediwung adalah matahari terbit dan gumpalan atau lautan kabut yang seperti awan. Gumpalan kabut inilah menyerupai gumpalan awan yang membuat para pengunjung atau wisatawan menganggap saat sunrise di Bukit Panguk Kediwung  ini, mereka akan benar benar serasa berada di negeri atas awan. Ciamik bukan?

Selain kamu bisa menikmati pemandangan sunrise dan lautan awan yang menyerupai negeri di atas awan, kamu juga dapat berfoto di beberapa spot foto menarik yang ada di Bukit Panguk Kediwung. Ada sekitar lebih terdapat dari lima tempat untuk berfooto ria atau spot foto yang dapat kamu gunakan. Beberapa spot di Bukit Panguk Kediwung ini merupakan berbayar, disana setiap harinya ditunggu oleh petugas yang merupakan warga sekitar, kamu akan diminta oleh pengelola sesaat setelah berfoto. Spot foto di Bukit Panguk Kediwung semuanya menghadap ke tebing yang berhadapan langsung dengan hutan lebat dan di bawahnya ada Sungai Oya yang membentang panjang dan airnya sangatlah bening guys. Spot-spot foto di Bukit Panguk Kediwung ini juga berbeda dengan spot foto destinasi di sekitarnya. Spot-spot foto yang ada di Bukit Panguk Kediwung ini bisa dibilang anti mainstream. Jadi, kalua kamu belum berkesempatan untuk menikmati indahnya dan megahnya sunrise di atas lautan awan ala Bukit Panguk Kediwung, kamu jangan kecewa. Karena terdapat cara lain menikmati pesona Bukit Panguk Kediwung, yaitu dengan cara menikmati spot-spot tersebut. spot di Bukit Panguk Kediwung ada yang berbentuk perahu kertas, istana langit, kupu-kupu,  dan lain sebagainya.




Di Bukit Panguk Kediwung ini kamu juga dapat menikmati kuliner kuliner sarapan pagi dan makanan khas masyarakat Dlingo yang bias dibeli di komplek Bukit Panguk Kediwung. Kamu  dapat menikmati sarapan setelah menikmati dan melihat sunrise dan berfoto di beberapa spot tersebut.


Bila  sebelumnya kamu belum pernah dating berkunjung  Bukit Panguk Kediwung atau khususnya pada saat sunrise, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu akan mengunjunginya. Hal pertama yang perlu kamu persiapkan adalah fisik.Saat  mengunjungi suatu destinasi wisata pada waktu yang tidak umum seperti  pagi buta  tentunya harus mempersiapkan fisik yang prima dan sehat dong ya!. Hal ini untuk mengurangi resiko kesehatan yang akan menimpa dirimu. Selain itu, kamu juga direkomendasikan sebaiknya membawa jaket yang cukup tebal, apalagi jika kamu mengendarai sepeda motor saat akan berkunjung ke Bukit Panguk Kediwung ini.

Pengalaman yang bakal kamu dapatkan saat mengunjungi wisata alam Bukit Panguk Kediwung tidak akan mudah dilupakan. Terlebih lagi jika kamu beruntung dan dapat menikmati dua fenomena khas bukit panguk kediwung ini sekaligus, yaitu matahari terbit atau sunrise dan lautan awan. /AN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja