Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Mendaki Gunung Di Umur 60-an, Mbah Yuni Sangat Bersemangat

Simbah berusia lebih dari 65 tahun ini bernama mbah Yuni. Meski tak lagi muda tetapi mbah Yuni ini telah menggapai cukup banyak gunung di Indonesia lho guys. Ceritanya ini lagi melakukan  Ekspedisi Latimojong. Seperti yang tertera dari foto @andi_afadlii. Berawal dari keinginan di masa mudanya, mbah Yuni yang akrabnya sering dipanggil ‘Ibu Pendaki’ ini kemudian merealisasikan impiannya di usia senja . Ternyata beliau juga terkenal lho guys, beberapa waktu lalu juga sampai dipanggil oleh master Dedy ke acara Hitam Putih. Dalam perjalanannya, Mbah Yuni tak mendaki sendiri, ia ditemani anak-anaknya saat mendaki , bahkan kadang juga bersama cucunya lho guys. Semangat beliau mendaki di usia 60 an membuat banyak netizen kagum. Jadi intinya ya guys, mendaki gunung itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Buktinya mbah Yuni melakukan keinginannya di usia yanh tak lagi muda. Tekad dan kemauanlah kuncinya. Siapa yang punya tekad, dia pasti akan menggapainya. Dari hal ya

Mistis Gunung Gede, Hipo dan Kesurupan Nenek Nenek

NENEK YG SAYANG PADA CUCUNYA* Pagi itu hari sabtu 21 September 2019 kami berkumpul untuk melakukan persiapan pendakian dirumah saya, ada 5 orang (termasuk saya, 4 cowo 1 cewek) yang akan melakukan pendakian Gunung Gede via Putri. Mereka adalah Gese, Abef, Budi, dan Lutfia. Kami berencana melakukan pendakian pada sore hari karena menunggu Lutfia pulang kerja. Tapi ada 3 teman kami (Umar, Tunas, Lutfi) yang berasal dari jkt dan tangerang yg rencananya akan mendaki bareng rombogan kami, tetapi karena Tunas rentan kedinginan jd mereka memilih utk mendaki jam 10 siang dan menunggu di alun-alun timur Surken. Jam 2 siang kami berangkat dari rumah saya, butuh waktu 2 jam utk sampai ke BC. Setelah sampai ke BC Abah anwar, kami shalat ashar dan makan utk mengisi tenaga. Pada pukul 17:00 kami memulai pendakian dengan membaca doa. Kami berjalan perlahan hingga rehat di pos bayangan 1 sembari mendengarkan adzan magrib. Hari mulai gelap tanpa cahaya selain dari rombongan kami,  dan kami

Manfaat Tisu Magic Untuk Mendaki Gunung

Terlihat aneh memang mendengar tisu magic alias tisu sulap ini bila kita bawa saat pendakian. Tapi, ternyata benda yang aneh tersebut sangatlah berguna. Ternyata Tissue magic sekarang tambah populer di tengah lingkungan orang dewasa yang sudah memiliki pasangan hidup. Ada sejumlah klaim dan anggapan yang mengatakan manfaat dari penggunaan tisu magic itu bisa memperkuat ereksi. Klaim atau anggapan lain juga menyebut bahwa ereksi bisa menjadi tahan lama sehingga Anda akan merasa puas, benarkah demikian? Dan katanya juga sering dipakai untuk mendaki gunung? Lalu, Apa Itu Tisu Magic? Tisu magic ini adalah sejenis tisu basah yang dianggap memiliki beberapa manfaat dan terutama terkait dengan aktivitas pada kegiatan seksual. Sebenarnya, tisu magic ini merupakan sejenis dengan obat kuat semacam hammer of thor tapi dalam bentuk berupa tisu basah. Manfaatnya adalah membuat ereksi tahan lama, stamina bertambah, menghilamgkan aroma tak sedap, dll. Namun yg dibahas disini adalah manf

Donggo Tabe Nae, Cinder Cone Gunung Tambora

Donggo Tabe Nae, adalah salah satu dari sebanyak 40 cinder cone yang ada dan tersebar di sekeliling Gunung Tambora. Berbentuk kerucut terpancung dengan tinggi puncaknya sekitar 800 Mdpl, bukit ini memiliki garis tengahnya terlebar 1.6 Km. Apa itu Cinder cone?   Cinder cone adalah bukit berbentuk kerucut yang biasanya curam dan terbentuk di atas ventilasi magma gunung berapi. Cinder cone biasanya terbentuk oleh letusan gunung dengan sejenis Strombolian. Cinder cone ini dibangun dari lava fragmen-fragmen yang disebut abu vulkanik. Abu dan juga pecahan kecil batuan vulkanik menyebar ada di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini akan membentuk mangkuk di puncaknya dan cukup luas. Jarang ada yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. Contoh cinder cone : Gunung Paricutin di Meksiko, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara dan di gunung Tambora. Bila dasar dan dinding corong kepundan tak dapat ditembus air maka akan terbentuk danau kawah, seperti yang ada pada G. R

Basecamp Ranupani dan Sampah Pendaki Semeru

Ranupani adalah pintu masuk dan lokasi akhir pendakian ke Gunung Semeru. Meningkatnya minat untuk mendaki Gunung Semeru ini tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Sehingga setiap bulannya, terdapat dua ton sampah terkumpul yang berasal dari aktivitas warga Desa Ranupani dan aktivitas pendakian. Tiga kelompok masyarakat yang terdiri dari Taruna Wisata, Kelompok Belajar Lingkungan Rukun Mandiri, dan Ikatan Peduli Lingkungan, akhirnya membentuk Kelompok Kebersihan Lingkungan (KKL) Desa Ranupani untuk mengatasai permasalahan sampah tersebut. KKL didampingi oleh Sahabat Volunteer (SAVER) Semeru bergerak dalam bidang manajemen pemilahan dan pengolahan sampah pendaki di Tempat Pembuangan Sampah Pendakian yang ada pasa gambar. Mereka memberikan semangat edukasi untuk pendaki perihal kepedulian terhadap kondisi alam dan lingkungan Semeru, khususnya permasalahan sampah yang harus dibawa turun lagi dan edukasi informasi umum di Gunung Semeru. Karena sebagaimana yang kita

Awan Lenticuler Berbahaya Untuk Pendaki Gunung?

Sepertinya Lawu yang paling besar awan badainya kemarin (3/10/2019) Video : https://www.instagram.com/p/B3LHoerJNNE/?igshid=1rlwezx6fhrbp Dari video terlihat angin cukup kencang, padahal lokasinya  masih dibawah. Seorang netizen kemarin juga menceritakan bahwa dirinya sedang pulang pagi hari sekitar jam 8 melewati jalan lintas magetan - karanganyar, begitu melewati lereng lawu suasananya terasa gelap dan angin menjadi sangat kencang. Diketahui bahwa awan tersebut adalah awan topi atau awan lenticuler. Awan Lenticular adalah awan yang biasanya mempunyai bentuk seperti piring raksasa yang biasa ditemukan di dekat gunung, bukit atau pegunungan. Awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan yang akhirnya akan menimbulkan sebuah pusaran. Dari jauh awan tersebut terlihat begitu padat padahal tidak demikian, terlihat padat karena aliran udara lembab yang terus mengaliri disekitar awan dan akan keluar lewat permukaan p

Perjalanan Mendaki Kerinci Naik Motor

Sosial media mampu mempertemukan mu dengan siapa saja tanpa dugaan, membungkusnya dengan rapi dan membuat mu menjadi kasmaran. Cerita perjalanan dari @andrey_chart - Bermotoran dari Provinsi Riau ber 5 orang dan 3 motor lalu singgah di provinsi tetangga, Sumatra Barat untuk menjemput 1 orang lagi. Bermotoran bersama-sama dengan riang gembiranya, sebab ini adalah perjalanan ke salah satu Seven Summit Indonesia, Gunung Kerinci 3.805 mdpl yg terletak di Kayu Aro, Provinsi Jambi yg merupakan puncak tertinggi ke 2. Pemandangan yg menakjubkan di hadiahi semesta menjadi penyemangat tenaga, sebab selama di motor kami selalu menghibur diri sendiri untuk menanggulangi rasa letih. Durasi perjalanan memakan waktu kurang lebih 12 jam dari Kota Padang. Kebayang gimana syahdunya karena selama perjalanan kami sudah memeluk Carrier. Susah senang sama-sama menjadi motto kami, saling melengkapi serta bahu membahu dengan tujuan pergi selamat dan pulang selamat. Setibanya di Jambi tengah malam