Langsung ke konten utama

Awan Lenticuler Berbahaya Untuk Pendaki Gunung?



Sepertinya Lawu yang paling besar awan badainya kemarin (3/10/2019)
Video : https://www.instagram.com/p/B3LHoerJNNE/?igshid=1rlwezx6fhrbp

Dari video terlihat angin cukup kencang, padahal lokasinya  masih dibawah. Seorang netizen kemarin juga menceritakan bahwa dirinya sedang pulang pagi hari sekitar jam 8 melewati jalan lintas magetan - karanganyar, begitu melewati lereng lawu suasananya terasa gelap dan angin menjadi sangat kencang.
Diketahui bahwa awan tersebut adalah awan topi atau awan lenticuler. Awan Lenticular adalah awan yang biasanya mempunyai bentuk seperti piring raksasa yang biasa ditemukan di dekat gunung, bukit atau pegunungan. Awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan yang akhirnya akan menimbulkan sebuah pusaran.
Dari jauh awan tersebut terlihat begitu padat padahal tidak demikian, terlihat padat karena aliran udara lembab yang terus mengaliri disekitar awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah sehingga awan ini bisa bertahan hingga berhari – hari.

Walaupun awan ini adalah fenomena alam yang indah, tapi awan ini sangat dihindari dan ditakuti oleh para awak pilot pesawat. Karena adanya awan ini dapat menyebabkan turbulensi untuk pesawat yang nekat memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular tersebut.

Turbulensi adalah gerakan udara yang tak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan dari tekanan udara atau suhu. Fenomena semacam itu tentu sangat berbahaya bagi penerbangan.

Bagi pendaki gunung awan ini juga termasuk menakutkan, karena bila ada awan ini dapat menyebabkan terjadinya angin kencang dan bahkan hujan yang sangat deras di gunung yang diselimuti awan ini. Istilahnya disebut badai.
Celakanya lagi adalah apabila pendaki tak menyiapkan semuanya dengan matang, dapat menyebabkan hal² yang tak diinginkan bagi pendaki. Hipotermia adalah salah satu gejala yang banyak ditemukan dalam dunia pendakian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad

Apa yang harus dilakukan jika Tersesat di Gunung?

Foto oleh @yudapurnawirawan Berikut beberapa tips supaya Anda dapat pulang dengan selamat Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pendakian di gunung, kemungkinan Anda akhirnya akan tersesat juga. Ini juga terjadi bahkan untuk para pendaki berpengalaman. Salah satu kunci untuk kelangsungan hidup Anda adalah dengan membuat rencana pendakian yang matang dan memberitahukan rencana pendakian anda kepada seseorang. "Sudah lama sejak aku tersesat," kata Tim Glover, seorang ahli pendakian yang menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk hiking di pegunungan Virginia dan North Carolina. "Saya merencanakan ke depan dan benar-benar memeriksa jejak peta sebelum aku pergi. Saya selalu memberitahu seseorang di mana aku akan pergi mendaki dan hari dimana saya kembali turun pendakian. " Jika Anda tidak kembali tepat waktu, Glover menjelaskan, teman atau anggota keluarga Anda akan tahu dan melaporkan ke pihak berwajib untuk memberi peringatan dan memulai misi pen