Langsung ke konten utama

Basecamp Ranupani dan Sampah Pendaki Semeru


Ranupani adalah pintu masuk dan lokasi akhir pendakian ke Gunung Semeru. Meningkatnya minat untuk mendaki Gunung Semeru ini tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Sehingga setiap bulannya, terdapat dua ton sampah terkumpul yang berasal dari aktivitas warga Desa Ranupani dan aktivitas pendakian.

Tiga kelompok masyarakat yang terdiri dari Taruna Wisata, Kelompok Belajar Lingkungan Rukun Mandiri, dan Ikatan Peduli Lingkungan, akhirnya membentuk Kelompok Kebersihan Lingkungan (KKL) Desa Ranupani untuk mengatasai permasalahan sampah tersebut.

KKL didampingi oleh Sahabat Volunteer (SAVER) Semeru bergerak dalam bidang manajemen pemilahan dan pengolahan sampah pendaki di Tempat Pembuangan Sampah Pendakian yang ada pasa gambar. Mereka memberikan semangat edukasi untuk pendaki perihal kepedulian terhadap kondisi alam dan lingkungan Semeru, khususnya permasalahan sampah yang harus dibawa turun lagi dan edukasi informasi umum di Gunung Semeru.

Karena sebagaimana yang kita tahu, timbunan sampah di gunung sudah bukan menjadi rahasia lagi. Namun sudah menjadi permasalahan yang harus kita selesaikan bersama demi menjaga dan melestarikan ekosistem alam. /Sumber @sebumi.id

Pendakian ke gunung Semeru bisa dibilang adalah suatu perjalanan perasaan, pembentukan jati diri dan petualangan hebat dan mungkin tidak akan pernah ter lupakan. Banya kenangan yang bakal tersimpan rapih di dalam memori pikiran, entah saat melihat kejaiban danau Ranu Kumbolo, menyaksikan kemegahan puncak Mahameru atau saat merasakan kehangatan yang begitu erat tentang persaudaraan di tengah-tengah dinginnya malam.

Di Ranu Pane, kamu bisa menemukan ada beberapa warung yang menjual berbagai makanan dan beberapa perlengkapan untuk persiapan pendakian. Saat akan mendaki gunung Semeru, kamu bisa melengkapi logistik juga di basecamp Ranu Pane.

Jangan lupa juga sebelum mendaki untuk membawa KTP atau kartu identitas lainnya untuk mengurus perijinan. Buat yang rumahnya tinggal di luar kota, kamu perlu mengurus perijinan lewat booking online, mengingat bahwa batas kuota untuk pendaki gunung Semeru, hanya 500 orang per hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja