Langsung ke konten utama

Donggo Tabe Nae, Cinder Cone Gunung Tambora

Donggo Tabe Nae, adalah salah satu dari sebanyak 40 cinder cone yang ada dan tersebar di sekeliling Gunung Tambora. Berbentuk kerucut terpancung dengan tinggi puncaknya sekitar 800 Mdpl, bukit ini memiliki garis tengahnya terlebar 1.6 Km.

Apa itu Cinder cone?  Cinder cone adalah bukit berbentuk kerucut yang biasanya curam dan terbentuk di atas ventilasi magma gunung berapi. Cinder cone biasanya terbentuk oleh letusan gunung dengan sejenis Strombolian. Cinder cone ini dibangun dari lava fragmen-fragmen yang disebut abu vulkanik. Abu dan juga pecahan kecil batuan vulkanik menyebar ada di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini akan membentuk mangkuk di puncaknya dan cukup luas. Jarang ada yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. Contoh cinder cone : Gunung Paricutin di Meksiko, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara dan di gunung Tambora. Bila dasar dan dinding corong kepundan tak dapat ditembus air maka akan terbentuk danau kawah, seperti yang ada pada G. Rinjani.

biasanya cinder cone memiliki bentuk mangkuk datar dan lebar di puncaknya. Diameter cinder cone rata-rata adalah  sekitar 800 meter (2600 ft) dan berkisar antara 250–2500 meter (820–8200 ft). Diameter kawah berkisar antara 50 hingga 600 meter (160–1970 ft).
Adapun untuk ketinggian dari kaki bukit 200-400 meter. Dibagian tengahnya terdapat lapangan dengan luas 7 hektar. Karena menampung banyak vegetasi, puncaknya juga dipercaya dapat menjadi habitat hewan rusa. Donggotabe Nae dapat dipandang dari jarak yang cukup jauh hingga belasan kilometer, sehingga banyak yang menyangka bukit ini adalah Gunung Tambora itu sendiri. Tempat ideal dan paling recommeded untuk memandang Donggotabe Nae adalah Selfi Point di Pos 3 Jalur Pendakian Piong. Dari sini Donggotabe Nae terlihat utuh dengan latar belakang laut Flores, sedangkan dibelakang kita terlihat puncak Tambora menjulang.
Kendati bisa dilihat kapanpun, tetapi waktu yang cocok dan paling instagenik adalah senja hari dibulan Apri - Agustus. Savana menjelang musim kemarau memberi warna yang dramatis.

Menarik bukan guys?





Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja