Langsung ke konten utama

Manfaat Tisu Magic Untuk Mendaki Gunung

Terlihat aneh memang mendengar tisu magic alias tisu sulap ini bila kita bawa saat pendakian. Tapi, ternyata benda yang aneh tersebut sangatlah berguna.


Ternyata Tissue magic sekarang tambah populer di tengah lingkungan orang dewasa yang sudah memiliki pasangan hidup. Ada sejumlah klaim dan anggapan yang mengatakan manfaat dari penggunaan tisu magic itu bisa memperkuat ereksi. Klaim atau anggapan lain juga menyebut bahwa ereksi bisa menjadi tahan lama sehingga Anda akan merasa puas, benarkah demikian? Dan katanya juga sering dipakai untuk mendaki gunung?

Lalu, Apa Itu Tisu Magic?

Tisu magic ini adalah sejenis tisu basah yang dianggap memiliki beberapa manfaat dan terutama terkait dengan aktivitas pada kegiatan seksual. Sebenarnya, tisu magic ini merupakan sejenis dengan obat kuat semacam hammer of thor tapi dalam bentuk berupa tisu basah.

Manfaatnya adalah membuat ereksi tahan lama, stamina bertambah, menghilamgkan aroma tak sedap, dll. Namun yg dibahas disini adalah manfaatnya untuk pendakian ya, yuk simak dibawah ini.


Nah, ternyata banyak manfaatnya guys dalam pendakian. Sebab, dapat digunakan sebagai alternatif pengganti balsem atau obat gosok supaya rasa sakit yang disebabkan ketika kamu mengalami kram bisa hilang sementara.

Pendaki juga boleh juga bawa tisu magic saat mendaki gunung, selain untuk berjaga-jaga kalau kalian mengalami kram atau pegal, tisu magic ini malah lebih ringkas dibawa dan bisa dimasukan dalam kotak P3K daripada balsem.

TAPI BUNGKUSNYA DISIMPAN YA, JANGAN DIBUANG SEMBARANGAN !!!!!
#mountnesia#pendakiindonesia#jakarta#surabaya#jogja#riau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja