Langsung ke konten utama

Mendaki Gunung Di Umur 60-an, Mbah Yuni Sangat Bersemangat


Simbah berusia lebih dari 65 tahun ini bernama mbah Yuni. Meski tak lagi muda tetapi mbah Yuni ini telah menggapai cukup banyak gunung di Indonesia lho guys.

Ceritanya ini lagi melakukan  Ekspedisi Latimojong. Seperti yang tertera dari foto @andi_afadlii.

Berawal dari keinginan di masa mudanya, mbah Yuni yang akrabnya sering dipanggil ‘Ibu Pendaki’ ini kemudian merealisasikan impiannya di usia senja. Ternyata beliau juga terkenal lho guys, beberapa waktu lalu juga sampai dipanggil oleh master Dedy ke acara Hitam Putih.

Dalam perjalanannya, Mbah Yuni tak mendaki sendiri, ia ditemani anak-anaknya saat mendaki, bahkan kadang juga bersama cucunya lho guys. Semangat beliau mendaki di usia 60 an membuat banyak netizen kagum.

Jadi intinya ya guys, mendaki gunung itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Buktinya mbah Yuni melakukan keinginannya di usia yanh tak lagi muda. Tekad dan kemauanlah kuncinya. Siapa yang punya tekad, dia pasti akan menggapainya.

Dari hal yang dilakukan beliau juga mengajarkan rasanya mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, memanfaatkan waktu di dunia ini dengan hal hal yang postifi, merawat lingkungan dan mencintai alam.

Kalian yang masih muda belum loyo buat muncak kan?
Setelah melihat mbah ini jadi semangat pengen muncak lagi nih 😁. Sehat selalu nggih mbah!
@mountnesia @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja