Langsung ke konten utama

Mantabnya Trek Pasir Turun dari Puncak Rinjani

 






Pendakian di Gunung Rinjani sampai menggapai ke puncaknya merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Puncaknya merupakan tujuan sebagian besar para pendaki, petualang dan pencinta alam yang mengunjungi kawasan ini, karena kalau sudah berhasil mencapai puncak itu merupakan suatu kebanggaan bagi mereka tersendiri.

Lalu, apakah kamu pernah menggapai puncak rinjani?

Foto diatas adalah trek kalau kamu abis summit naik dan turun dari Puncak Gunung Rinjani. Rasanya enak banget tinggal menginjakkan kaki dan otomatis ikut terseret oleh arus pasir. Kamu tinggal melangkahkan kakimu dengan santainya.

Nah kalau nanjaknya kebayang gak? Naik 3 langkah turun 2 langkah. Ya inilah summit puncak Gunung Rinjani. Jarak tempuh rata - rata yang bisa kamu capai dari camp area Plawangan Sembalun ke puncak, estimasinya bisa memakan waktu sekitar 6 sampai 7 jam.

Trek pendakian menuju puncak Rinjani ini adalah menanjak terus dan tidak ada bonus jalur landai sedikitpun. Medannya adalah trek berbatu pasir kerikil halus, yang kalau kita naik 1 langkah, kadang bisa merosot lagi ke bawah. Tapi kalau pas kita turun dari puncak ya bakalan menikmati sensasi yang begitu memanjakan tubuh ini.🤤

Perjalananmu yang begitu lelah bakal terbayarkan ketika kamu berada di puncak Rinjani dengan menikmati sunrise yang begitu indah. Mentari pagi dari Puncak Rinjani terasa sangat romantis dan sangat mengagumkan. Tentunya memberikan obat ajaib yang sangat mujarab, mata ini merasa segar lagi!

Lalu, ketika pas kita turun dari summin Puncak Rinjani juga bakal disuguhi pemandangan lautan awan yang sangat indah bila kamu beruntung. Makanya kamu perlu cek cuaca beberapa hari kedepan sebelum nanjak.

Namun kamu juga perlu waspada ya. Walau treknya ketika turun terasa menyenangkan, kamu jangan sampai lengah. Coba deh lihat samping kanan dan kiri jalur dari puncak rinjani ini. Ini sebenarnya banyak jalur yang cukup terlihat curam kanan kirinya. Maklum saja, karena Puncak Rinjani ini seperti tebing yang gugur bekas letusan mahadahsyat ribuan tahun silam mungkin ya!

Rinjani, Lombok, Indonesia

Dokumentasi by IG @nitra_rp





Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja