Langsung ke konten utama

Mengapa Ketika Naik Gunung yang Masak Cowok?

Kira - kira kenapa ya kalau pas naik gunung dan sampai ditempat camp, kebanyakan ketika masak, yang masak itu malah laki - laki? Padahal disana ada banyak wanitanya lho dalam rombongan pendakian itu. Apakah tiba - tiba kemampuan cewe buat masak langsung hilang?



Temuan fakta baru kenapa saat camping yang masak seringnya laki-laki adalah, karena biasanya para lelaki yang suka memasak ketika camping itu adalah salah satu ciri lelaki yang mampu hidup mandiri dan mampu mengayomi yang lainnya dimana ia lebih suka melakukan kegiatan untuk melayani teman - temannya dengan penuh rasa gembira. Manusia mandiri malah malu melihat dirinya dilayani oleh temannya sendiri, bila dimasakin setidaknya ia membantu sebisanya.

Ada pula yang mengatakan kenapa kebanyakan lelaki yang memasak ketika camping, tak lain salah satunya karena Untuk menutupi kelemahan nya di depan wanita, agar terlihat rajin dan kuat mengadapi hawa dingin padahal sebetulnya mah kedinginan juga, tapi dengan dia berlama-lama masak dekat api maka dingin nya jadi tak terasa.

Kalau dari pengalaman sendiri sih kenapa cowo yang masak, awalnya karena si cowo sudah terbiasa naik gunung dengan membawa peralatan khas buat masaknya seperti kompor outdoor, nesting, dsb. Karena sudah sering naik gunung jadinya hafal tata caranya, jadi si cowo yang ngelakuin semuanya sekalian bahkan sampai masak pun juga dilakukan si cowo 😂

Ada pula kenapa harus cowo yang masak di gunung karena mau nunjukin sisi lainnya kepada si cewe bahwa si cowo itu ternyata benar - benar mandiri, bisa mengurus segalanya bahkan sampai urusan dapur. Tentunya cewe bakalan seneng dong kalau dilayanin segalanya ketika cape berjalan jauh seharian kan ya!

Tapi sebenernya gimana hasilnya tuh masakan para cowo?

Kalau dari pengalaman sih, mereka tak ribet membuat bumbu. Biasanya bumbu disiapkan terlebih dahulu dari rumah. Bisa menyiapkan bawang merah dan bawang putih yang sudah dikupas dan dihaluskan lalu dibungkus plastik, siap juga garam halus, dan bumbu lainnya. Tak lupa bawa penyedap rasa ya, entah masako atau royco sih, hahaha.

Mungkin itulah beberapa alasan kenapa kebanyakan yang masak di gunung itu cowo.

Nah, kamu tipe yang mana?



fire, food, and friendship are three very valuable things when you are camping.

.

.

.

Foto oleh @dejofez  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja