Langsung ke konten utama

Jalur Pendakian Favorit Gunung Kembang

Gunung Kembang, kecil - kecil cabai rawit nih, viewnya juga sangat memesona.



Berada di samping Gunung Sindoro, Gunung Kembang (2.320 mdpl) biasa disebut sebagai Anaknya Sindoro. Untuk ke puncak Gunung Kembang, kamu bisa mendaki lewat beberapa jalur. Salah satunya yang cukup populer dan menjadi favorit adalah Jalur Blembem yang bisa ditempuh 3 sampai 4 jam perjalanan mendaki. Bahkan bisa sampai 6 jam juga, tergantung fisik ya.




Dari puncak Gunung Kembang bakal tampak terlihat sebuah kawah mati yang ditumbuhi rumput hijau, kalau hujan biasanya menggenang. Kawah itu biasa disebut Bimo Pengkok. Di sana katanya juga terdapat sumber air. Kamu juga bisa menuruninya menuju kawah mati.

Namun ada yang agak mantab sih dengan treknya,  memang menguji keimanan agar tidak berkata kasar๐Ÿ˜‚ dari mulai pos sabana yang ternyata tidak ada sabananya melainkan malah yang ada adalah tanjakan cukup terjal, dan ada juga yang namanya tanjakan mesra yang ternyata tidak ada sama sekali mesra mesranya, ๐Ÿ˜‚

Selain itu pemandangannya cantik!

Gagahnya Sindoro sumbing, Merapi Merbabu yang cantik dari kejauhan serta gunung Slamet juga bakal keliatan! Dan apabila kalian lagi beruntung kaya bisa mendapatkan lautan awan yang sangat indah. 


Tapi pas mendaki Gunung kembang kamu jangan heran apabila disana menemukan sesajen berupa bunga mawar dan lainnya yang diletakkan di atas batu atau rerumputan sekitarnya, sebab menurut penuturan penduduk setempat Gunung Kembang ini ternyata memang biasa didaki oleh orang-orang yang ingin bersemedi disana.

Di tahun 2021, Jalur pendakian yang lagi buka kabarnya via Lengkong, untuk via Blembem dibuka mulai 28 Januari.


Foto IG @dwiriyantoo

Gunung Kembang , Wonosobo , Jawa Tengah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja