Langsung ke konten utama

Pendakian Gunung Dempo via Kampung IV

Mendaki Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan mepupakan suatu pengalaman traveling yang luar biasa lho guys. Lelah fisik dan mentalmu itu akan terbayar dengan pemandangan dahsyat. Gunung ini adalah Gunung tertinggi di Pulau Sumatera nomor 3 setelah kerinci dan Leuser.

Berikut  Informasi Pendakian Gunung Dempo via Kampung IV (empat) mulai dari Pos, Mdpl, Estimasi waktu =

• Untuk perjalanan menuju ke BC Kampung IV (1410 mdpl) menuju ke Titik Awal Pendakian Kampung IV (1575 mdpl) bisa ditempuh sekitar 20 menit. Akses ke Kampung IV ini bisa kamu capai dengan naik mobil pribadi atau carter. Sesampaianya di area basecamp kamu bisa menginap terlebih dahulu di rumah warga.

bc kampung IV




• TItik Awal Pendakian dari kampung IV (1575 mdpl) jalan kaki menuju ke Pintu Rimba (1704 mdpl) = 30 sampai 60 menitan, alias satu jam. Perjalanan sebaiknya bisa dilakukan pagi hari. Jangan lupa berdoa dan streching sebelum melakukan perjalanan. Selain itu kita juga harus meminta izin terlebih dahulu kepada ketua Kampung IV.


Perjalanan kaki menuju titik awal pendakian Dempo disuguhi view kebun teh indah


Selama awal perjalanan dari kampung IV kita akan disuguhi pemandangan ketinggian dan hamparan kebun teh yang sangat indah. Jika kita melakukan perjalanan lebih awal, kita juga bisa menikmati sunset di sore hari. Estimasi total pendakian biasanya sekitar 7 hingga 8 jam.

Di sekitaran kebun teh ini pada hari weekend sabtu minggu banyak masyarakat umum yang berwisata atau juga bisa ngecamp di sekitaran kebun teh ini karena view nya memang sudah sangat indah dari tempat ini. Mobil pun sebenarnya bisa mencapai ke tempat ini.

Sekedar inforamasi, di Gunung Dempo ini nggak ada warungnya, jadi harus persiapkan logistik yang cukup ya! Kamu harus bawa semangka, tempe, dan melon sendiri ya! yakin gak ada yang jual hehehe

Gunung ini mempunyai dua puncak, yaitu puncak Dempo dan Puncak Merapi. Gunung ini  juga terkenal daengan jalur pendakiannya yang lumayan berat, dimana istilahnya perjalanan memanjat, bukan mendaki, atau perjalanan lutut bertemu dengan dagu. Jadi Perjalanannya lebih sering ke memanjat karena treknya yang lumayan naik terus.

Di sekitaran Pintu Rimba ini menurut info dari warga sekitar mulai ditanami bibit durian. Katanya sih lagi mencoba, siapa tau berhasil kan ya! Katanya juga bakal ditambah lagi bibit durian yang ditanam di pintu rimba gunung Dempo ini.
bibit durian yang ditanam




• Pintu Rimba dengan ketinggian 1704 mdpl menuju ke Shelter 1 (2031 mdpl) bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1.5 jam. Disini kamu bisa mulai makan. Disana juga ada mata air di shelter 1

Di Jalur pendakiannya juga ada plang Asmaul Husna dengan jumlah 99 dipasang. Tujuannya mungkin adalah agar kita selalu ingat dengan Sang Pencipta selama melakukan perjalanan di pendakian gunung Dempo ini. Sleain itu disekitaran Pintu Rimba ini juga tertulis plang lokasi Siamang. Bila beruntung kita bisa bertemu dengan Siamang atau kalau tidak melihatnya, kita bisa mendengar suaranya yang lumayan ramai.


Awas ada beruang Madu, Hairmau, Babi Hutan dan sebagainya. Plang ni juga menunjukkan bahwa Gunung Dempo masih menyimpan berbagai hewan buas. JAdi kita harus waspada dan hati - hati.
trek pendakiannya mulai bervariasi dengan trek yang tengahnya menyempit 


treknya mulai menanjak terus dan gak ada bonus. Kalau lelah kamu bisa isirahat sejenak dan makan camilan yang kamu bawa.

Selama perjalanan menuju shelter 1 ini jalurnya masih rapat banyak pepohonan di sekitarannya dan hawanya menyejukkan. Dengan tanah yang agak lembab membuat sekitarannya tidak ada debu.



• Shelter 1 (2031 mdpl)  menuju ke Dinding Lemari (2356 mdpl) estimasi kira - kira adalah 1.5 jam sampai 2 jam pendakian 
Shelter 1


Dari Shelter 1 bisa makan -makan secukupnya, diusahakan jangan sampai kekenyangan. Lalu setelahnya bisa melanjutkan perjalanan kembali. Setelah dari Shelter 1 ini jalur pendakian mulai terjal dan lebih sulit, tidak seperti sebelumnya. Trek pendakiannya cukup banyak jalur menanjak terus yang tiada henti. BAnyak akar - akar dan batang batang besar. Benar - benar terasa lututnya bro!




Ketika hampir sampai ke Dinding Lemari, tanjakannya lumayan berat.

• Dinding Lemari (2356 mdpl) menuju ke Shelter 2 (2556 mdpl) estimasi sekitar 1 jam (mata air di shelter 2)


• Shelter 2 (2556 mdpl) menuju ke Cadas (2829 mdpl) dengan estimasi sekitar 1.5 jam. Ada mata air di sekitar shelter 2 ini.
shelter 2



Dari Shelter 2 menuju ke Cadas jalurnya lebih ekstrim lagi. Harus benar - benar menggunakan 2 kaki 2 tangan, alias seluruh tubuhmu harus dimaksimalkan. Tiap tanjakan makin terasa ganas dan cukup melelahkan.

• Cadas (2829 mdpl) menuju ke Makam Perintis(2966 mdpl) estimasi perjalanan sekitar 1 jam dengan perjalanan tiada ampun dan tiada bonus sama sekali.




• Makam Perintis (2966 mdpl) menuju ke Puncak Dempo (3159 mdpl) bisa ditempuh dengan estimasi perjalanan sekitar sekitar15 mnt

• Puncak Dempo (3159 mdpl) pendakian ke Pelataran (2975 mdpl) waktu perjalanannya sekitar 15 menit (bisa dijadikan camp site + ada pula mata air di Telaga Putri)
Plataran camp area Gn. Dempo




• Pelataran (2975 mdpl) pendakian ke Puncak Merapi sekitar 15 - 30 menit dengan perjalanan kaki sekitarannya dipenuhi bebatuan.
puncak Gn. Dempo

Total Pendakian BC IV s/d Pelataran sekitar 7 sampai 9 jam



untuk video pendakian bisa melihat di youtube Rikas Harsa youtube.com/watch?v=WLjc3gGCGCc

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja