Langsung ke konten utama

Pendakian Gunung Andong 2021, Pandemi Tetap Gas!

Beberapa waktu lalu kami melakukan pendakian ke Gunung Andong yang ada di Jawa Tengah. Pendakian kami lakukan ketika pandemi tentunya, karena masih di awal 2021 ini banyak daerah yang sedang melakukan pembatasan kegiatan, terutama kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak. Sebenarnya dalam dunia pendakian pun juga berpotensi mengumpulkan orang banyak. Lalu, apakah di Gunung Anong juga menerapkan protokol kesehatan? Mari kita simak terlebih dahulu ya bro..



Sekilas Gunung Andong

Gunung Andong adalah sebuah gunung yang berada di Jawa Tengah dengan ketinggian gunung ini sekitar 1726 mdpl. Lokasi Gunung ini berada di Kabupaten Magelang dan masuk di daerah Kecamatan Ngablak, Grabag.

Jalur Pendakian

Gunung Andong ini mempunyai tiga jalur pendakian, yaitu jalur Sawit, jalur pendem, dan jalur gogik. Dari ketiga jalur ini yang paling populer adalah jalur pendakian Sawit. Banyak pendaki yang mendaki melalui jalur ini. Sebenarnya jalur sawit ini lokasinya berdekatan dengan jalur pendem. Akantetapi lokasi basecampnya menurut kami lebih strategis dan nyaman jalur Sawit dikarenakan fasilitasnya juga lengkap.

Mendaki Melalui Jalur Andong via Sawit

Pendakian yang kami lakukan adalah melalui jalur sawit. Untuk mencapai basecamp sawit, kalian bisa mengikuti petunjuk di google, karena sudah jelas mapnya. Kalian bisa langsung sampai ke lokasi memakai google map. 

Kami biasanya untuk mencapai ke basecamp melewati jalan Kopeng yang cukup luas, karena jalan ini termasuk jalan alternatif untuk ke Semarang dan Salatiga. Dari jalan ini lalu masuk ke Pasar Ngablak dan menuju basecamp. Oya, jalan menuju ke basecamp sawit dan basecamp pendem ini juga masih satu arah, nanti bercabang ketika mau menuju ke basecamp. Sebenarnya ada jalur lain juga, akantetapi aksesnya lebih sempit dan tanjakannya lumayan curam.


Pendakian


Pasar Ngablak, arah ke basecamp Andong Sawit dan Pendem


Begitu sampai di basecamp, kami melakukan registrasi mengisi data diri dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Buat kalian yang hendak kesinii bisa menyiapkan surat sehat, handsanitizer dan masker ya!



Start Pendakian sekitar pukul 06.00, kita akan melewati trek berupa rumah - rumah warga di sekitaran basecamp sawit. Perjalanan ini sekitar lima menit lalu akan melewat ladang warga.

Di Sekitaran ladang Warga, Gn. Andong terlihat jelas



Dari Sekitaran tempat ini juga terlihat jelas Gunung Merbabu berada di balik kami.

Setelah melakukan perjalanan sekitar 10 Menit, akhirnya kami sampai di Gerbang Jalur pendakian Gunung Andong via Sawit. Biasanya para pendaki melakukan sesi foto di tempat ini untuk diabadikan atau sebagai bukti pernah mampir kesini. Gerbang ini masih tergolong baru. Dulu di tahun 2014 kami kesini dan masih belum ramai, belum ada registrasi dan lainnya.

Merbabu Merapi terlihat jelas dari sekitaran gerbang pendakian 

Dari Gerbang, kami kemudian melakukan perjalanan kembali untuk menuju ke pos 1 yang jaraknya lumayan dekat. Trek pendakian dari awal gerbang ini berupa jalan tatanan batu. Kemudian setelah beberapa saat kita akan melewat jalan menanjak dari cor beton hingga hampir menuju ke pos 1.


Sebelum sampai di pos 1 ini juga terdapat warung. Biasanya warung ini buka di akhir pekan atau ketika hari libur. 
warung sebelum pos 1

Begitu hampir sampai ke pos 1, medan pendakian sudah full dengan trek tanah. Untung tidak hujan, biasanya kalau hujan agak licin.

Sebelum pos 1 ini terdapat cabang 2 jalur. Ke kiri adalah arah ke jalur baru, arah kiri adalah via jalur lama. Kemarin kami sempat mencoba jalur baru, ternyata waktu pendakiannya lebih lama dan treknya memang awalnya cukup landai, lalu setelahnya berupa trek menanjak terus menerus yang justru membuat lelah.

Saran saja menurut kami lebih baik melewati jalur lama saja yang treknya lebih nyaman dan enak buat pendaki pemula. Estimasi 20 menit dari basecamp menuju ke pos 1.

Pos 1 Watu Pocong, Kira - kira kenapa ya dikasih nama watu pocong??



Lalu melanjutkan perjalanan menuju ke pos 2 sekitar 10 sampai 15 menit. Untuk trek pendakian berupa menanjak dan cukup ramah di kaki.Sampai di Pos 2 juga ada warung. 


Pos 2 Watu gambir


Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke pos 3. Trek menuju ke pos 3 ini berupa jalanan menanjak berupa tanah dan mulai bervariasi dengan bebatuan. Pemandangannya juga sudah mulai terlihat cukup luas dan lumayan mampu menjadi obat penyegar mata.


Sebelum menuju ke pos 3 juga terdapat sumber mata air yang bisa kita ambil untuk cadangan minuman atau memasak di tempat camp.


Setelah berjalan beberapa saat, kita akan sampai di Pos 3 yang ditandakan dengan percabangan jalur baru. Disini Pemandangannya sudah lumayan luas. Kita bisa melihat beberapa gunung dengan jelas, seperti Merapi dan Merbabu. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 ini bisa ditempuh sekitar 20 sampai 30 menit.




Pos 3 Gambar Wayang


Kemudian kita akan melanjutkan perjalanan ke puncak. Medan pendakian yang dilalui dari pos 3 ke puncak ini masih sama berupa tanah dan variasi bebatuan. Akantetapi waktunya lebih lama. Selain itu, setelah melalui pos 3 ini, vegetasi mulai berkurang. Pohon - pohon besar mulai berkurang digantikan dengan rerumputan, semak belukar dan alang - alang. Namun viewnya sudah mulai indah dan menyegarkan.





Setelah melakukan pejalanan pendakian beberapa saat, kita akan sampai di percabangan puncak. Jadi, di Gunung Andong ini mempunyai 3 puncak. Yang pertama di kiri itu adalah Puncak Makam. Disana terdapat makam di dalam bangunannya. Kemudian di arah kanan adalah menuju ke puncak tertinggi Gn. Andong, lalu setelahnya kita bisa menuju ke Puncak Alap - alap dengan menuruni puncak tertinggi Gn. Andong.


Camp area di Puncak Gn. Andong
Puncak Tertinggi, Dari sini Merapi Merbabu terlihat jelas


Puncak Alap - Alap

Sebenarnya kalau cerah, kita bisa melihat 6 gunung yaitu Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Telomoyo dan Gunung Ungaran.

FASILITAS GN. ANDONG


Bagaimana dengan Toilet? tenang saja, di Puncak Gunung Andong ini ada toilet yang lokasinya berada dibawah Puncak Makam. Selain itu di beberapa pos juga ada toilet, tapi kemungkinan bukanya ketika weekend.




Bagaimana dengan Warung??
Di Puncak Gunung Andong ini juga terdapat warung yang menjajakan berberapa keperluan perut kalian lho. Sayangnya saat itu kami tidak sempat mampir karena mengejar waktu dan pekerjaan.

Warung di Puncak Andong

Kalian juga bisa menonton dokumentasi lengkap kami di youtube Mountnesia, disini

Sekian.

Penulis : @andiakhm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad

Apa yang harus dilakukan jika Tersesat di Gunung?

Foto oleh @yudapurnawirawan Berikut beberapa tips supaya Anda dapat pulang dengan selamat Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pendakian di gunung, kemungkinan Anda akhirnya akan tersesat juga. Ini juga terjadi bahkan untuk para pendaki berpengalaman. Salah satu kunci untuk kelangsungan hidup Anda adalah dengan membuat rencana pendakian yang matang dan memberitahukan rencana pendakian anda kepada seseorang. "Sudah lama sejak aku tersesat," kata Tim Glover, seorang ahli pendakian yang menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk hiking di pegunungan Virginia dan North Carolina. "Saya merencanakan ke depan dan benar-benar memeriksa jejak peta sebelum aku pergi. Saya selalu memberitahu seseorang di mana aku akan pergi mendaki dan hari dimana saya kembali turun pendakian. " Jika Anda tidak kembali tepat waktu, Glover menjelaskan, teman atau anggota keluarga Anda akan tahu dan melaporkan ke pihak berwajib untuk memberi peringatan dan memulai misi pen