Langsung ke konten utama

Estimasi Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan, ke Puncak Tertinggi

Pendakian Gunung Ungaran Via Perantunan, Menggapai Puncak tertingginya dan semua Puncaknya!

gn. Ungaran via Perantunan, 
Foto ig @eeee_di

Gunung Ungaran adalah salah satu gunung yang berada di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Walaupun tidak ada catatan khusus mengenai letusan atau aktivitas vulkanologi di gunung ini, ternyata disana terdapat sumber mata air panas di kaki gunungnya yang mengindikasikan di gunung ungaran ini ada aktivitas panas bumi di dalam tanah. Lokasi sumber mata air panas ini terdapat di Candi Gedong Songo dan Gonoharjo, Limbangan, Kendal.

Di bagian timur gunung ini ada kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. Sedangkan kota Ambarawa berada  di sisi selatan. Daerah wisata Bandungan berada di lereng gunung ini pula, dan berlokasi berdekatan dengan peninggalan purbakala, yaitu Candi Gedong Songo.

Berbicara tentang Gunung Ungaran, mungkin gunung ini tidak terkenal atau sepopuler gunung di Jawa Tengah lainnya seperti Merbabu, Sumbing, Sindoro, Merapi, Gunung Prau, Andong dsb. Entah mengapa gunung ungaran ini kurang tersorot, padahal gunung ini ternyata mempunyai pemandangan indah dan cirikhas yang tak kalah dengan gunung lainnya.

Kali ini adalah pendakian Gunung Ungaran via Jalur Perantunan. Jalur pendakian via Ungaran ini adalah jalur baru yang lokasinya berada di bagian sisi Selatan Gunung Ungaran yang di klaim sebagai jalur termudah untuk mencapai ke Puncak tertinggi Gunung Ungaran, namanya adalah Puncak Botak.

Lokasi Basecamp Perantunan sendiri berada di wisata alam perantunan, di Jl. Lingkungan, Gintungan Utara, Gintungan, Legowo, Duren, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah 50614. Sudah tersedia pula di Googke Map. Berikut Link Google Map peta menuju ke Basecampnya : https://goo.gl/maps/pUCK9bKYQiUAgZ1y8. Tempat wisata ini juga bisa digunakan buat camping ceria bersama sobat atau keluarga. Karena memang sudah niat sekali dijadikan sebagai tempat wisata, tempat camping di sekitaran basecamp Pendakian jalur Perantunan ini mampu menampung banyak tenda hingga puluhan, bisa sekitar 50 tenda. Jadi, buat kalian yang mau membuat acara besar bersama ratusan orang, maka disini pun mampu menampungnya.

 


Berapa harga tiket masuk pendakiannya?

Harga retribusi unrtuk pendakiannya cukup murah, yaitu 10 ribu untuk satu orang dan untuk parkir motor 5 ribu per motornya, jadi total 15 ribu yak. Menurut infonya, Basecamp pendakian Perantunan ini walau baru tapi ternyata sudah terdaftar di Perhutani. Berarti ini sudah fix jalur tidak illegal alias jalur resmi kan ya? :D. Namun di era pandemi ternyata ada tambahan biaya fasilitas Covid juga, kita harus membayar tambahan 5 ribu. Jadi total biaya registrasi dan parkir adalah 20 ribu.

Karena  pendakian di era pandemi juga menerapkan protokol kesehatan. Jadi yang mau kesini pastikan untuk membawa masker dan handsanitizer ya. Di basecamp ini juga disediakan masker geratis kalau pendaki lupa membawa masker, cukup bilang kepada petugas registrasi yang sedang berjaga, serta disini juga disediakan tempat cuci tangan.

 





Bagaimana dengan pelayanan registrasi di Jalur perantunan ini?

Untuk pelayanan registrasi di jalur ini tidak full buka 24 jam setiap harinya. Untuk hari – hari biasa, petugas tidak melayani registrasi pendakian pada malam hari sedangkan untuk hari libur dan weekend, pelayanan dilakukan selama 24 jam.


Apakah ada mata air di jalur ini?

Untuk sumber air yang bisa dijadikan cadangan para pendaki, di jalur pendakian baru via Perantunan Gunung Ungaran ini ternyata tidak terdapat sumber air, jadi kalian harus membawa persediaan air yang cukup ya.

 

Dimanakah Tempat camp untuk mendirikan tenda dan bermalam?

Kita bisa mendirikan tenda untuk bermalam di Puncak Bondolan dan Puncak Tugu.

 

1 Jalur 3 Puncak

Di jalur pendakian Perantunan ini kita akan mendapatkan 3 puncak sekaligus yaitu yang pertama kita akan menggapai puncak Bondolan, kemudian Puncak Botak / Boetak, dan selanjutnya adalah Puncak tugu Banteng Raiders.

 

Berapa lama estimasi pendakian di jalur perantunan dari basecamp hingga ke puncaknya?

Estimasi Pendakian :

Dari Basecamp perantunan ke Pos 1 = 35 – 50 menit

Dari pos 1 ke pos 2 ditempuh sekitar = 20 - 30 menit

Dari pos 2 ke pos 3 = 20 – 30 menit

Dari pos 3 ke pos 4 = sekitar 30-50 menit

 

Di pos 4 ada percabangan,

·         kiri ambil pos 4 – puncak bondolan – puncak botak – puncak banteng raiders

·         kanan ambil pos 4 – ada pertigaan, kiri ke puncak botak – arah kanan ke puncak banteng raiders

 

via Puncak Bondolan (disarankan lewat jalur ini, arah kiri dr pos 4) :

Dari pos 4 ke Puncak Bondolan 50 – 70 menit

Puncak  bondolan ke Puncak Botak 40 – 60 menit

 

Via Puncak Banteng Raiders

-          Pos 4 – Pertigaan Boetak & Banteng Raiders

dari pos 4 – pos 5 = 40 menitan

dari pos 5  - ke pertigaan Puncak Boetak dan Puncak Banteng Raiders = 15 menit

dari Pertigaan Boetak-Banteng Raiders  ke Puncak Banteng Raiders ditempuh sekitar 30-40 menit.


Via Boetak (dari pertigaan Boetak & banteng Raiders) ke Puncak Boetak ditempuh sekitar 30-40 menit

 

Perjalanan Pendakian

 

Dari BC ke Pos 1

Dari awal perjalanan dari basecamp kita akan melewati ladang warga yang diselingi dengan hutan. Setelah beberapa saat melakukan pendakian, kita akan bertemu dengan gardu pandang yang masih masuk dalam wisata perantunan.

Setelah melakukan trekking sekitar 500an meter dari basecamp, kita akan bertemu dengan sebuah bangunan semacam pos atau shelter, bisa disebut dengan pintu rimba. Kita bisa beristirahat sejenak ditempat ini. Perjalanan ditempuh dengan estimasi waktu sekitar 20 menit pendakian santai ke Pintu Rimba ini. Mungkin awalnya kita akan mengira kalau tempat ini adalah pos 1 ya bila melihat bangunannya yang mirip dengan bangunan pos.

Kemudian lanjut perjalanan dari Pintu Rimba ke Pos 1 dengan jarak 200an meter. Sepanjang perjalanan menuju Pos 1 ini treknya berupa jalanan tanah menanjak dengan kebanyakan disampingnya adalah semak belukar terbuka. Jika kita melakukan pendakian pada siang hari, maka benar – benar akan terasa panasnya sengatan matahari.

Pos 1 ini disebut dengan Pos Watu Omah atau Batu Rumah, karena di dekat pos ini terdapat sebuah batu yang lumayan besar dimana bentuknya mirip dengan bangunan rumah.

Bangunan shelter di Pos 1 ini lebih berbentuk seperti gubuk yang cukup kecil dengan tanda plang Pos 1.

 



Pos 1 – Pos 2 (Watu Jajar, 1489 MDPL)

Di perjalanan pendakian dari pos 2 ke pos 3 ini sudah mulai memasuki kawasan hutan dimana pepohonan besar mulai nampak di samping kanan kiri jalur pendakian dengan diimbuhi semak belukar. Jalur pendakian gunung ini kebanyakan berupa medan tanah dimana rata – rata jalurnya akan berdebu di musim kemarau. Dari basecamp hingga pos 3 jalur pendakiannya masih lumayan santai. Nanti setelah pos 3 sudah mulai agak menguras tenaga.

Di Pos 2 ini diberi nama dengan Pos Watu Jajar dikarenakan di sebelah bangunan shelternya terdapat dua buah batu yang letaknya sejajar. Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 ini ditempuh dengan waktu sekitar 20 – 30 menit pendakian.

 


Pos 2 – Pos 3 ( Watu Srumpuk ketinggian 1586 mdpl)

Perjalanan pendakian dari pos 2 ke pos 3 ini mulai memasuki kawasan rimbun dengan pepohonan yang terlalu besar. Namun cukup untuk meneduhkan perjalanan. Di sepanjang perjalanannya juga banyak pohon tumbang. Mungkin karena disebabkan oleh badai.

Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 ini ditempuh sekitar 20-30 menit. Pos 3 ini dinamai dengan Pos Watu Srumpuk dikarenakan disana terdapat beberapa batu yang bertumpuk dengan posisi tertidur di sekitaran jalur di pos 3. Kondisi posnya masih sama seperti pos 2 dengan gubuk shelter dan tempat duduk dari kayu. Kita bisa beristirahat disini sekitar 5 hingga 10 menit untuk memulihkan energi.

 





Pos 3 – Pos 4 ( KOLO KECIKO )

Lanjut perjalanan pendakian dari pos 3 ke pos 4 dengan jalur yang sudah lumayan. Disepanjang perjalanan juga masih banyak pohon tumbang.  Disini juga banyak plang penunjuk arah menuju puncak.

Di perjalanan menuju pos 4 ini juga ada yang namanya Ondo Rante dimana ini adalah penanda bahwa kita akan melewati sebuah tanjakan yang berbelok – belok. Ya intinya kita akan melewati tanjakan gitu, berarti medannya lebih bikin capek dan menguras tenaga. Di sepanjang tanjakan ini juga ada beberapa pohon tumbang.

Di sepanjang perjalanan setelah pos 3 ini  juga sudah mulai bayank menanjak, terutama di Ondo Rante tadi. Nanti setelah pos 3, yaitu pos 4, perjalanannya juga bakal lebih ekstrim.

Sesampainya di pos 4 ini, kalian bisa mengambil atau memilih 1 dari dua jalur. Kalau ke kiri, maka kita akan mampir ke Puncak Bondolan, baru menuju ke Puncak Boetak, lalu ke Puncak Banteng Raiders. Kalau ke kanan, kita akan berjalan terus dan menemukan pertigaan. Kalau ambil kiri, kita akan sampai di puncak Boetak, kalau kita ambil arah kanan, maka akan sampai ke Puncak Tugu Banteng Raiders. Sayang sih kalau gak melewati semuanya, saran aja sih, kalian bisa lewat ambil jalan ke kiri dari pos 4. Hehe.

Biasanya para pendaki juga pada langsung ke Puncak Bondolan(1930), banyak yang jarang memilih nanjak dulu ke Puncak Tugu Banteng Raiders (2030), lalu Puncak Botak (2051 mdpl), dan terahir ke Puncak Bondolan, lalu turun. Kalian bisa memutuskannya bersama rekan – rekan kalian ya.

Oya, ternyata banyak yang salah mengira lho kalau puncak Tugu Banteng raiders itu dikira para pendaki sebagai puncak utama Gunung Ungaran, padahal puncak tertingginya itu adalah puncak Botak atau Boetak. Puncak Tugu Banteng Raiders ini merupakan puncak dari Jalur Ungaran via Mawar.



 


Pos 4 – POS 5 

Ambil nyoba arah kanan aja ya, biar bisa langsung ke Puncak Banteng Raiders dan nggak lewat puncak bondolan. Buat kalian yang mau ngecamp terlebih dahulu bisa ngecamp di puncak Bondolan, berarti ambil kiri, atau ambil kanan, nanti bisa ngecamp di puncak tugu banteng raiders.

Sedangkan perjalanan ke arah kanan dari pos 4 akan menuju ke puncak Banteng Raiders atau Puncak Botak dulu. Kami sengaja memilih ke arah puncak banteng raiders dulu, lalu turun balik lagi ke puncak Boetak dan turun lagi ke Puncak Bondol. Nanti rencananya akan ngecamp di Puncak Bondol.

Trek pendakian menuju ke puncak Banteng Raiders ini cukup menguras tenaga dikarenakan medan pendakiannya adalah tanjakan cukup terjal dan benar – benar menghajar fisik kita.

Jalur dari pos 4 ke puncak Tugu Banteng Raiders katanya jarang dilewati pendaki, banyak yang lebih memilih melewati jalur ke puncak Bondolan terlebih dahulu dan lanjut ke Puncak Boetak. Mungkin pada malas karena Puncak Banteng Raiders lokasinya lumayan jauh dengan medan pendakian yang lumayan menanjak. Lagian Puncak utamanya kan puncak Botak, ya mending lewat puncak bondolan dulu kan ya, yang viewnya bagus, lalu ke puncak boetak.

Setelah melewati trek yang lumayan menguras tenaga, kita akan melewati sedikit trek bonus berupa jalan landai, ya walau Cuma beberapa meter saja. Lalu setelah beberapa saat perjalanan sekitar 15 menitan dari pos 4, kita akan sampai di Lembah Hantu. Kira – kira kenapa ya namanya lembah hantu? Semoga kita nggak liat apa apa ya yang berbau bau hahahaha.

Di sekitaran lembah hantu ini ada pohon – pohon yang cukup tua dan berbatang sangat besar. Cukup menyeramkan sih suasananya kalau mendaki sendirian. Jalur pendakian disekitaran tempat ini masih banyak didominasi pepohonan berlumut dikarenakan suasananya atau kondisinya yang lumayan lembab.

Lalu setelah perjalanan sekitar 25 menitan dari Lembah Hantu, kita akan sampai di pos 5. Kita bisa beristirahat sejenak.

 




Pos 5 – Pertigaan Botak & Banteng Raiders (arah ke Puncak Boetak/botak)

Setelah perjalanan sekitar 15 menit dari pos 5, kita akan sampai di pertigaan Puncak Boetak dan Puncak Banteng Raiders. Ambil arah kiri untuk mencapai Puncak Boetak dan ambil arah kanan untuk mengarah ke Puncak Tugu Banteng Raiders.

Setelah melakukan perjalanan summit sekitar 5 – 10 menit dari pertigaan Boetak dan Banteng Raiders (kami ke banteng raiders dulu), kita akan sampai di watu lumpang. Ini adalah batu besar dengan bentuk lebar yang mirip dengan tengahnya ada cekungan. Di sekitaran watu lumpang ini masih didominasi dengan pepohonan lebat yang diselimuti dengan lumut.

Setelah melakukan pendakian sekitar 10-15 menit, kita akan sampai di Lembah Jinten. Dari lembah ini perjalanannya akan agak menurun lalu mendaki lagi melewati rimbunnya hutan dan semak belukar disekitarannya.

Nah, ternyata disekitaran jalur setelah Lembah Jinten menuju summit ke Puncak Banteng Raiders ini terdapat campsite yang biasa disebut dengan Campsite Ungaran, ditempuh sekitar 10-15 menit dari lembah Jinten. Camping area untuk mendirikan tenda ini cukup luas, akantetapi suasananya menurut saya agak terasa mistis hehehe. Kalau tingkat keamanan sih, dirasa lebih aman disini karena banyak pepohonan. Namun bila kalian mau mengejar atau merasakan camp dengan view menakjubkan ya disarankan mendirikan tenda di sekitaran Puncak Bondol.

Beberapa saat menuju ke Puncak Gunung Ungaran Banteng Raiders akan terlihat jelas perbedaannya, pepohonan mulai tidak ada, hanya diselingi dengan ilalang rimbun yang agak tinggi. Lalu sampailah kita sampai ke puncak Banteng Raiders. Total estimasi dari Pertigaan Boetak – Banteng Raiders ini sekitar 30-40 menit.

 

Ke Puncak Boetak & Bondolan

Setelah beberapa saat di Puncak Banteng Raiders dan mengabadikan momen, kita bisa turun lalu mengarah ke Puncak Bondolan melewati Puncak Boetak. Perjalanan turun ke pertigaan boetak ditempuh hanya sekitar 10-15 menit.

Lalu perjalanan summit dari Pertigaan Boetak & Banteng raiders, perjalanan ke arah Puncak Boetak. Kondisi jalur ke arah puncak ini hampir tertutup oleh rimbunnya semak, mungkin dikarenakan sepinya pendaki yang melalui jalur ini. Trek pendakian lumayan menanjak dan curam ketika hampir mencapai ke puncaknya dengan vegetasi ilalang tanpa pepohonan disekitarannya. Disarankan buat kalian yang mendaki via Perantuan lebih baik lewat jalur kiri saja dari pos 4 ambil ke arah puncak Bondolan dan Puncak Boetak.

Setelah melakukan pendakian yang cukup melelahkan, akhirnya sampai juga di Puncak boetak 2051 mdpl yang bertandakan plang puncak yang disusun dengan batu dibawahnya dan bendera merah putih. Perjalanan dari pertigaan Boetak dan Banteng raiders ditempuh  sekitar 30-40 menitan. Bila waktu cukup selanjutnya kalian bisa turun sedikit di Puncak Bondolan dan mendirikan tenda disana untuk bermalam dan menikmati view pada pagi harinya. Disekitaran puncak bakal terlihat view pemandangan yang luas dan megah, Sumbing Sindoro juga terlihat jelas dari Puncak Boetak.

 

Jika kamu turun dari puncak Boetak ke Puncak Bondolan akan melewati punggungan bukit yang diselingi dengan rumput ilalang. Pemandangan dari kanan kirinya sangat megah dan luas. Yakin wajib dicoba kesini!

Bila menurut beberapa pendaki yang pernah mendaki ke Gunung Ungaran via Jalur perantunan ini, view terbaik dari jalur ini adalah pada puncak Bondolan, karena bila cuaca cerah, Gunung andong, Telomoyo, Merapi Merbabu bakal terlihat jelas dari sini.

 

END

@andiakhm

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja